• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Olah TKP Ledakan Monas Selesai, Polisi Segera Ungkap Kasus

3 December
14:54 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) ledakan di sisi utara kawasan Monas telah selesai dilakukan kepolisian dalam hal ini Polda Metro Jaya. Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus memastikan, semua Tim yang melakukan olah TKP, seperti Tim Gegana, Puslabfor, sampai Inafis, telah mendapatkan apa yang mereka butuhkan guna mendalami hingga mengetahui apa penyebab sebenarnya ledakan yang diduga kuat terpicu oleh granat asap.

"Olah TKP selesai," ujar Yusri kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa (3/12/2019).

Dalam olah TKP, Tim gabungan sudah mengumpulkan semua serpihan granat asap yang meledak hingga melukai dua anggota TNI yang sedang kegiatan olahraga di sana. Karena sudah selesai, garis polisi saat ini juga sudah dilepas oleh aparat. Polisi lantas mengimbau seluruh masyarakat tenang beraktivitas seperti sediakala di Monas dan sekitarnya, karena keadaan sudah terkendali dan kondusif. 

"Silakan beraktivitas seperti biasa. Tetap tenang, karena ini secepatnya kamu ungkap," tegas Yusri.

Setelah semua selesai, walau sudah dinyatakan aman, namun lokasi ledakan di Monas tetap lengang, Hanya seekor kucing nampak mondar-mandir dengan santainya tepat di lokasi pencarian serpihan granat asap oleh petugas.

Seperti diberitakan RRI sebelumnya, granat asap dipastikan menjadi sumber ledakan di sisi utara kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (03/12/2019) pagi.

Ditanyakan mengenai asal muasal granat asap tersebut, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono tak mau berspekulasi mendahului hasil penyelidikan. Meski demikian, dirinya sempat mengutarakan siapa pihak yang biasa menggunakan granat asap saat bertugas.

"Granat asap itu (dipakai) anggota seperti dari pasukan Dalmas dan lain sebagainya. Mungkin bisa tertinggal atau sebagainya. Kami belum tahu ini asalnya dari mana, nanti akan kami dalami," kata Gatot kepada wartawan di Monas, Jakarta Pusat, Selasa (3/12/2019).

BACA JUGA: Polisi: Berita Ledakan Monas Akibat Ponsel atau Power Bank Hoaks

Pasukan Dalmas yang dimaksudkan Gatot adalah dari Polri. Setiap ada aksi atau demonstrasi, Dalmas adalah pasukan yang diturunkan kepolisian untuk pengamanan sekaligus berhadapan dengan demonstran.

Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) dan Laboratorium Forensik Polri hingga kini masih terus berada di lokasi melakukan pendalaman dan pengumpulan barang bukti.

Gatot menekankan bahwa insiden ini tek terkait teror sehingga wilayah Monas akan dibuka kembali untuk umum. Aparat kepolisian juga tidak akan melakukan pengamanan berlapis, begitu pula dengan TNI.

Dua Anggota TNI Jadi Korban Ledakan Monas 

Akibat ledakan granat asap di kawasan Monas, dua anggota TNI, Serka Fajar dan Praka Gunawan dipastikan terluka dan harus mendapatkan perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto.

Serka Fajar ini yang terluka parah tangan kirinya akibat memegang granat asap yang akhirnya meledak tersebut. Sementara Praka Gunawan terluka ringan di bagian paha.

"Dia (Praka Gunawan) yang minta bantuan rekan-rekannya," ujar Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono saat melakukan konferensi pers bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono di kawasan Monas, Selasa (03/12/2019).

Pangdam Jaya memastikan kondisi Serka Fajar dalam keadaan normal dan baik-baik saja di rumah sakit. Kondisi masih sadar dan bisa duduk dengan baik.

"TNI masih cari info selanjutnya. Ini bukan hal luar biasa, ini hanya granat asap, pihak yang bersangkutan (Serka Fajar dan Praka Gunawan) akan ditanya kenapa ada granat asap (di tangan mereka)," imbuhnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, dua korban ledakan granat asap belum bisa dimintai keterangan karena masih dalam perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat hingga siang ini.

"Dua korban atau bisa disebut saksi kunci," ujar Yusri kepada wartawan, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (3/12/2019).

Yusri membenarkan dua korban tersebut memang sudah dijenguk oleh Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono. Namun sama dengan Kapolda Metro Jaya maupun Pangdam, Yusri juga belum bisa memberikan perincian keadaan terkini korban di rumah sakit.

"Sementara masih dalam perawatan, belum bisa diambil keterangannya. Mudah-mudahan nanti sore atau besok setelah mulai agak tenang akan diambil keterangan untuk mengetahui apa yang (sebenarnya) terjadi," pungkasnya. (Foto: Ant)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00