• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Feature

Yuk, Intip 'Dapur KRL' Terbesar Se Asia Tenggara

21 November
23:49 2019
0 Votes (0)

KBRN, Depok : Era millenial saat ini, transportasi massal Kereta Rel Listrik atau KRL menjadi bagian tak terpisahkan, tidak hanya bagi mereka para pekerja kantoran disekitaran wilayah jabodetabek, melainkan kaum muda mudi yang selalu aktif dengan gadget.

Swata foto bagi kaula muda dengan penampakan KRL terkadang dilakukan dimana saja dan kapan saja. Apalagi transportasi murah tersebut terkadang mendapatkan gangguan alias permasalahan disaat membawa para penumpang dari satu stasiun menuju stasiun berikutnya. Mengunggah satu foto ke media sosial dengan kondisi KRL bermasalah,entah itu gangguan persinyalan,Air Conditioner (AC) di salah satu gerbongnya yang mati dan lainnya terkadang membuat viral di jagad medsos.

Nah, kondisi seperti ini yang selalu diantisipasi setiap harinya oleh PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI) untuk selalu menjaga tampilan KRL cantik dan nyaman untuk para penumpang.

Depo KRL Depok dengan luas 26 hektar beralamatkan jalan Ratu Jaya, Cipayung, Depok, Jawa Barat di klaim PT KCI sebagai 'dapur KRL' yang terbesar di Asia Tenggara. Panjang depo KRL Depok 1,3 kilometer, lebar depo 200 meter yang dibangun sejak 2004 dan mulai beroperasi tahun 2008 ini memiliki fasilitas yakni stablung, los perawatan, kantor gudang, gardu LAA, dan griya karya masinis.

Radio Republik Indonesia (RRI) mendapat kesempatan bersama awak media untuk sedikit kepo alias ingin tahu mengenai 'dapur KRL' di depo Depok yang kabarnya mampu merawat seribuan unit kereta itu. Hampir setengah hari penuh, mulai sejak siang hari kami menyusuri setiap bagian penting di bengkel Commuter, Depok, Kamis (21/11/2019).

Vice President Perencanaan dan Evaluasi Pemeliharaan PT KCI, Budi Heryanto mengajak awak media dengan memulainya dari bagaimana roda-roda KRL yang ada, bekas maupun baru dapat terjaga dengan baik. Roda-roda itu selalu dipelihara dengan baik oleh petugas di sana.

"Tugasnya kami adalah merawat KRL yang kami jalankan setiap harinya sekitar 1.060 unit jumlahnya per hari. Kita harus lakukan benar-benar perawatannya, harus dipastikan keselamatannya," ujar Budi Heriyanto seraya menunjukkan bagaimana perawatan kereta secara harian dilakukan, serta menunjukkan komponen-komponen penting yang ada di kereta. 

"Di Depo ini dilakukan beberapa jenis perawatan yaitu satu perawatan harian. Perawatan harian dilakukan setiap hari kita lakukan pada saat kereta stay, baik sore atau malam kita lakukan. Metodenya lebih ke melihat dan mendengar," katanya.

"Jadi kalau melihat sesuatu yang kurang atau mendengar sesuatu yang beda itu kita lakukan pengecekan," tambahnya.

RRI bersama para pewarta lainnya pun asyik melihat lihat didalam gudang perawatan seraya, mendengarkan penjelasan dari perwakilan PT KCI tersebut. Tampak yang kami lihat seorang teknisi berkonsentrasi dalam membetulkan perangkat-perangkat kecil untuk KRL.

Terlihat, pula ada 3 orang teknisi yang sedang membetulkan atau sedang merawat mesin AC supaya menjaga suhu dingin di KRL. Salah satu teknisi KRL yang coba saya hampiri untuk bertanya tanya sejenak tanpa mau untuk menyebutkan namannya menyatakan barang-barang yang diperbaiki cukup bervariasi dan tidak menentu setiap harinya.

Asyik melihat-lihat proses perbaikan mesin, tak terasa sore menjelang dan akhirnya kami awak media mencoba melihat kereta bekas yang dibeli dari Jepang.

Tampak dalam pandangan mata, kondisi kereta yang masih bagus dan terawat dengan baik, hanya saja perlu sedikit 'make up' alias pengecatan ulang kembali dan pembersihan interior serta eksterior KRL. Khusus untuk kursi penumpang dan pegangan berdiri masih dipertahankan.

" KRL yang kita datangkan dari Jepang usianya 20 tahun dan tidak terpakai di negeri Sakura, namun sesungguhnya mesin dan komponen lainnya masih layak dipergunakan, kok," sapa Nadi, Kepala Depo KRL Depok.

" Sesampainya di Indonesia, kita hanya sedikit me-make up saja alias pengecatan ulang, membersihkan, serta mengecek bagian dalam interior dan eksteriornya, supaya terlihat cantik dan nyaman," lanjut Nadi seraya tersenyum.

Selain itu, ada beberapa hal yang perlu penambahan seperti memasang beton kuat di moncong bawah kereta. Tujuannya agar jika ada kejadian suatu benda atau seseorang melewati rel, diharapkan tidak terlindas kereta lewat, namun hanya terpental.

Akhirnya, kunjungan kami pun berakhir dengan melihat kereta bekas, serta menengok kereta yang baru saja dibenarkan dan siap untuk dioperasikan. Tidak lupa, sesi foto bersama di depok KRL Depok menjadi ritual terakhir mengingat inilah kegiatan pertama dalam sejarah PT KCI mengundang wartawan dalam gatheringnya mengunjungi langsung 'dapur Kereta Rel Listrik (KRL)' di depo terbesar se Asia Tenggara yang terdapat di Depok, Jawa Barat.

Depo di Depok menjadi salah satu dari tiga Depo yang dimiliki oleh PT KCI. Dua Depo lain berada di Duri dan Bogor. "Depo Depok adalah depo terbesar yang kami punya," tutup Vice President Perencanaan dan Evaluasi Pemeliharaan PT KCI, Budi Heryanto mengakhiri kunjungan awak media di depo KRL Depok.

Kegiatan ini ternyata mendapat respon positif dari para peserta yang terdiri dari awak media dan blogger. "Gathering Media merupakan bentuk komunikasi yang sinergis dan harmonis dari korporat dengan media sekaligus bentuk keterbukaan informasi publik. Apalagi ada sesi sharing informasi yang bisa mencerahkan teman-teman media dan blogger tentang profil perusahaan PT Kereta Commuter Indonesia yang fokus pada jasa layanan transportasi perkotaan berbasis rel, program dan realisasi apa yang telah dilakukan," kata Amad Sudarsih dari Majalah Perkeretaapian Indonesia kepada RRI usai berkeliling di depo KRL Depok.

"Tambah lagi, ada kesempatan bagi media dan blogger untuk bertanya maupun memberikan masukan dengan top manajemen dan mengunjungi obyek-obyek khusus, seperti depo yang menjadi 'dapur'nya layanan commuter line," lanjutnya.

"Tentu gathering jangan hanya sebagai event tahunan namun harus ada lanjutannya. Misalnya kemasan sesi kelas sharing sebagai kelanjutan komunikasi yang sinergis antara corporate dengan media dan blogger dengan topik yang update, dan sebagainya," tambahnya.

(Keterangan Foto : Istimewa)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00