• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Rapimnas Golkar 2019 Ribut Lagi

16 November
15:52 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Ketua DPP Partai Golkar Andi Sinulingga menyatakan situasi Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar 2019 mencekam. Rapimnas tersebut  berlangsung di Hotel Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (14/11/2019). Dia mengatakan kubu Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengklaim mengalami adanya intimidasi psikologis.

Kita tidak pernah merasakan suasana Rapimnas semencekam itu. Suasana yang tidak kondusif, intimidasi psikologis yang luar biasa, yang membuat banyak kawan-kawan tidak nyaman,” ujar Andi Sinulingga dalam keterangan tertulisnya, Sabtu  (16/11/2019).

Andi menilai ada sesuatu yang janggal dalam Rapimnas Partai Golkar di Hotel Ritz-Carlton itu. Sebab, kata dia, Rapimnas sama sekali tidak memuat atau membicarakan substansi apa yang mau dibawa ke Munas.

“Menurut kami, Partai Golkar ini semakin tidak punya gagasan dan ide sebagaimana pernah dikonsepkan menjadikan partai ini The Party of Ideas,” ungkap dia.

Hal senada diungkapkan pula oleh Wakil Sekjen Partai Golkar Viktus Murin.

“Saya perlu sampaikan bahwa situasi Rapimnas yang telah selesai menimbulkan tafsir konflik internal baru,” kata Viktus.

Viktus juga mengklaim forum Rapimnas Golkar yang seharusnya membahas pelaksanan Munas telah bergeser.

“Di-setting seolah Munas yang prematur. Ini membahayakan soliditas Partai Golkar," ujar Viktus. 

Dia memastikan kelompoknya yang saat ini mendukung Bamsoet untuk Golkar 1 akan tetap menjaga marwah Partai Golkar.

”Kami akan mengawal Partai Golkar selamat sampai Munas dan kepemimpinan yang baru. Kami optimis untuk itu,”ujar dia.

Viktus menuturkan pandangan umum terkait dukungan terhadap calon tertentu dalam Rapimnas tidak mencerminkan suara mayoritas. Suara dalam Rapimnas dinilainya belum merepresentasikan ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat II Partai Golkar.

“Suara DPD Provinsi dari 34 provinsi juga belum bisa merepresentasikan kemajemukan di tubuh Partai Golkar,”katanya.

Menurut rencana, Partai Golkar akan menggelar Munas 2019 di Jakarta, pada 4-5 Desember 2019. Munas Golkar 2019 untuk pemilihan ketua umum periode 2019-2024. Suara pencalonan kembali Airlangga Hartarto sebagai ketua umum diramaikan pula dengan nama Ketua MPR RI 2019-2024, Bamsoet.

Perjalanan Partai Golkar dalam periode 2014-2019 telah mengalami bongkar pasang tiga ketua umum. Aburizal Bakrie dan Setya Novanto sempat membuat Golkar memiliki pergantian pengurus. Terakhir, kehadiran Airlangga Hartarto sukses maju sebagai ketua umum lantaran Setya Novanto tersandung masalah korupsi e-KTP, pada tahun 2017 lalu.

Kesuksesan Airlangga hingga menduduki jabatan di Kabinet Kerja sebagai menteri perindustrian, dan saat ini kembali menjabat menteri yaitu di Kementerian Koordinator Perekonomian dalam Kabinet Indonesia Maju, 2019-2024.

Dualisme Golkar juga bergulir sepanjang lima tahun ini dengan didahului Kubu Aburizal Bakrie berhadapan dengan Kubu Agung Laksono, pada medio 2014 lalu. Saat itu, Aburizal Bakrie berhasil memenangkan gugatan sengketa kepengurusan Golkar melawan Agung Laksono.

(FOTO: ANTARAFOTO)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00