• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Kunjungi SMKN 2 Sragen yang Bentangkan Bendera Tauhid, Bupati: Pelajar Butuh Pendampingan

18 October
18:13 2019
0 Votes (0)

KBRN, Sragen : Pejabat Forkompinda Kabupaten Sragen, melakukan pembinaan kepada siswa-siswi SMKN 2 Sragen, Jum'at (18/10/2019). Mereka meliputi Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Wakil Bupati Dedy Endriyatno beserta Kapolres AKBP Yimmy Kurniawan dan Dandim Letkol Kav Luluk Setyanto serta dari MUI.

Pembinaan ini dilakukan pasca viral foto-foto pembentangan bendera Tauhid mirip bendera ormas terlarang HTI oleh pelajar yang tergabung dalam organisasi ektrakulikuler Rohis belakangan ini. Diharapkan pihak sekolah meningkatkan pengawasan.

Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati sesuasi pembinaan pelajar menyampaikan, bahwa pengibaran tersebut karena ketidaktahuan anak-anak. Mereka dibawah guru pembimbing Rohis yang diduga menganut paham garis keras. 

"Ini karena ketidaktahuan, perlu mendapatkan pembinaan dan pendampingan yang lebih baik lagi," kaya Bupati Yuni.

Menurut bupati pasca foto-foto mereka viral anak-anak dibawah umur ini diperlukan pendampingan untuk pemulihan psikologinya. Karena ketidaktahuan tersebut Pemerintah daerah bersama stake holder untukmengingatkan termasuk kepada pihak sekolah. 

"Dengan intelejensi yang mereka punya ini harus diarahkan harus dijaga. Sebenarnya ketidaktahuan anak-anak dan perlu pemahaman yang lebih dalam," katanya.

Bupati meminta agar pihak sekolah melakukan pengawasn, sehingga anak-anak tidak mudah mendapatkan materi dan masukan-masukan dari pihak luar.

"Kalau ada yang salah kita ingatkan tugas kita membina dimanapun anak-anak ini generasi bangsa masa pertumbuhan. Perlu pendampingan orang tua, guru dan pemerintahan agar tidak mudah dimasuki pengaruh paham radikal," pinta Bupati.

Sementara Wakil Kepala Sekolah Setyanjadi menyampaikan para siswa sama sekali tidak mengetahui tindakan mereka menjadi polemik. Bahkan, dia menilai siswanya tak memahami apa itu HTI.

Terkait ada satu pembimbing yang tampak ikut berfoto bersama para siswa, Setyanjadi mengakui orang tersebut adalah dari pihak sekolah.

"Kami akan lebih berhati-hati melakukan pengawasan terhadap anak didiknya," ujarnya.

Pihaknya kembali menegaskan jika di SMKN 2 Sragen sama sekali tidak terpapar radikalisme.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00