• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Feature

Menyulap Areal Bekas Tambang Manjadi Kawasan Taman Hutan Mangrove

12 October
20:00 2019
0 Votes (0)

KBRN, Babel : Siapa yang tak kenal dengan Belitung atau Belitong. Pulau yang merupakan bagian dari  wilayah Provinsi Bangka Belitung ini terletak di lepas pantai timur pulau Sumatera.  Pulau seluas 4.800 km2 atau 480.060 ha dan berpenduduk 307.005 jiwa ini menyimpan kekayaan laut dan sumber daya mineral berupa timah yang luar biasa. Bahkan sejak jaman Hindia Belanda pulau Belitung ini menjadi daerah penghasil timah terbesar di dunia.

Sejarah mencatat, aktivitas pertambangan Timah di Pulau Belitung dimulai jejak tahun 1948 silam, atau 3 tahun setelah Indonesia merdeka. Adalah PT Timah sebuah Badan Usaha Milik Negara yang melakukan eksplorasi pertambangan tersebut hingga tahun 1981.

“Tambang ini kan tidak bisa diperbaharui. Barang ini habis ditinggalkan saja. Ya inilah walaupun ada aturan untuk reklamasi, tapi pada faktanya selama ini, termasuk juga BUMN kita PT.Timah itu begitu habis di tambang ditinggalkan saja. Nah habis manis sepah dibuang lah”, kata bupati Belitung Sahani Saleh paa acara Kolaborasi Pengembangan Ekowisata di Negeri Timah, sabtu (12/10/2019).

Tidak hanya dibibir pantai, ribuan hektar kawasan bekas tambang juga banyak terdapat di daratan pulau.  “Kalau untuk yang di pantai kami tidak lagi lah, tapi yang di darat ini hampir ribuan lah, bahkan puluhan ribu lah Kawasan eks tambang. Karena tambang yang ada di Belitung tidak hanya tambang timah saja, tapi kaolin, tanah liat”.  jelas Sahani Saleh.

Diakui Bupati Sahani Saleh, ijin-ijin usaha pertambang baru tetap ada. “Walaupun bagaimana kan itu kekayaan alam kita juga. Hanya saja dalam hal proses pertamabngan, khusunya di darat ya harus kita  perbaiki. Jadi betul-betul bagaimana jangan lagi berfikir habis tambang ditinggalkan. Tidak lagi sporadic, tapi sudah harus pofesional lah, ada reklamasi”. Kata Bupati mengingatkan.

Adanya program bantuan merehabilitasi Kawasan bekas tambang oleh Indonesia Climate Change Trust Fund ICCTF dan Yayasan Terumbu Karang Indonesia TERANGI, sangat disambut positif Bupati Belitung Sahani Saleh. Proyek di dalam Kawasan Hutan Kemasyarakatan HKm Seberang Bersatu dengan menggunakan dana hibah dari USAID ini bertujuan mengubah area bekas tambang illegal menjadi Taman Wisata alam mangrove “Belitung Mangrove Park”.

“Program ini untuk merehabilitasi ekosistem dan upaya sekuestrasi karbon” kata Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN / Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Medrilzam.

ICCTF menargetkan melalui program ini dapat menurunkan 24 persen emisi karbon pada tahun 2020, tanpa mengesampingkan target pembangunan nasional

 Dengan berkonsultasi dan menggandeng berbagai pihak, seperti komunitas masyarakat, perangkat desa dan pemerintah daerah serta pihak swasta, proyek pengembangan Belitung Mangrove Park yang dimulai tahun 2017 ini berhasil menunjukkan dampak yang signifikan. Belitung Mangrove Park berhasil merehabilitasi lebih dari 70 hektar hutan mangrove, memonitor sumber daya pesisir, membangun infrastruktur pendukung pariwisata, meningkatkan SDM di sector pariwisata dan manajemen keuangan. pendapatan dari sector pariwisata ini antara Rp 50 -65 juta/bulan dari retribusi tiket masuk.

Melalui kolaborasi multipihak, menurut Medrilzam yang juga adalah sekretaris Majelis Wali Amanat ICCTF, proyek yang awalnya memiliki investasi sebesar Rp 2 Milyar ini  mampu menarik sumber pendanaan lain menjadi Rp 21,9 Milyar.

Proyek ini juga berhasil menarik HKm lain di Belitung untuk melakukan replikasi. “Iya awalnya memang sulit, tapi akhinya proyek ini berhasil mengubah pola pikir dan hidup masyarakat disini, yang awalnya bergantung pada penambangan timah menjadi masyarakat industry kreatif dan pariwisata dengan tetap menjaga struktur dan fungsi Kawasan lindung”. Kata Ketua Khm Desa Juru Seberang Marwandi

Sulitnya mengubah pola pikir itu karena masih ada yang beranggapan pendapatan yang diperoleh jauh berbeda jika dibanding saat menambang dahulu. “Seperti saya aja minimal perbulan rata-rata bisa mendapat puluhan juta, tapi kan kalo kita mau melihat masa depan anak cucu bagaimana nanti. Pokoknya kita harus melihat jauh kedepan untuk kehidupan lingkungan di daerah kita pak”. Pungkas Mawardi salah seorang mantan pimpinan penambang rakyat di Belitung ini.

Sejak tahun 2010 hingga 2019 ini ICCTF sudah melakukan 76 proyek rehabilitasi di 99 daerah di Indonesia.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00