• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Tanggap Bencana

Palangka Raya Menyala Lagi, Darurat Karhutla Sampai 30 September

22 September
12:21 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Pembakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Palangka Raya, Kalimantanm Tengah (Kalteng) belum juga usai. Padahal, sampai Taman Nasional (TN) Sebangau sudah dibakar tapi rupanya para pembakar belum puas juga. Masih banyak misi dari para pengusaha sawit yang harus diselesaikan. Lahan harus dibuka, bagaimanapun caranya, kalau perlu dibakar habis.

Akibat pembakaran lahan di Palangka Raya, ternyata api mulai merambat dan perlahan ikut melumat lahan milik warga Palangka Raya, Kalteng, Minggu (22/9/2019) dini hari. 

Menyadari keadaan sangat darurat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menetapkan status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) hingga 30 September 2019. 

Kebakaran hutan dan lahan yang dipicu oleh oknum-oknum pembakar lahan sudah meluluhtantakkan ratusan ribu hektar lahan di seluruh Kalteng. Bahkan sektor pariwisata juga harus menerima penurunan omzet, yang berimbas pada hilangnya pendapatan warga sekitar lokasi wisata untuk bisnis UMKM yang mereka jalankan.

Seperti diberitakan RRI sebelumnya, Ketua Asosiasi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Indonesia, Ikhsan Ingratubun mengatakan, sektor usaha kuliner di wilayah terdampak kabut asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mengalami penurunan omzet sekitar 20 persen karena berkurangnya aktivitas warga di luar rumah.

Salah satu yang mengalami penurunan drastis adalah daerah Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng). Hal itu dikemukakan Ikhsan setelah memantau penurunan pengunjung di kawasan wisata kuliner Pesona Wisata Alam Air Hitam Sungai Sebangau, Dermaga Kereng Bangkirai, Palangka Raya, Kalteng, Sabtu (21/9/2019).

Belakangan ini Obyek Wisata Dermaga Kereng Bangkirai menjadi salah satu tujuan wisata yang banyak diminati wisatawan lokal, karena pemandangan dan panorama alam sekitarnya. Akses menuju obyek wisata ini berjarak kurang lebih 10 km dari Pusat Kota Palangaka Raya, dan mudah karena banyak tersedia transportasi umum untuk menuju kawasan tersebut. 

Dermaga Kereng Bangkirai merupakan pintu gerbang utama menuju kawasan Taman Nasional Sebangau yang merupakan destinasi wisata alam, wisata minat khusus, serta tempat atau lokasi penelitian gambut yang dikelola Center for International Co-operation in Sustainable Management of Tropical Peatland (Cimtrop) Universitas Palangka Raya (Unpar).

BACA JUGA: Taman Nasional Sebangau Dibakar, Omzet Warga Kereng Bangkirai Anjlok

Dermaga Kereng Bangkirai dahulu merupakan tempat para atlet dayung untuk berlatih dan juga menjadi lokasi penyelenggaraan kejuaraan dayung tingkat nasional di Kalimantan Tengah. Banyak tribun tua dan usang yang direnovasi dan ditambah pondok-pondok kecil di pinggiran Sungai Sebangau. Dengan penambahan pondok-pondok kecil dan renovasi, dermaga akhirnya menjelma jadi salah satu pusat wisata yang banyak diminati wisatawan lokal maupun mancanegara.

Banyaknya wisatawan yang berkunjung dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk membuka warung-warung kecil dan juga menyediakan berbagai wahana wisata yang dapat disewa oleh para wisatawan yang berkunjung. Wahana wisata air yang ada di Dermaga Kereng Bangkirai yaitu sepeda bebek air, susur sungai, wisata ke batu ampar, dan masih banyak lagi.

Biaya yang dikenakan untuk wahana wisata tidak terlalu menguras kocek pengunjung karena harga menikmati wahana yang ditawarkan hanya berkisar Rp 5.000 sampai Rp 20.000 saja. Ada beberapa fasilitas lain seperti Gazebo, panggung berbentuk bundar dan tersedia tempat foto selfie yang dibuat oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palangka Raya. Selain itu juga Wisatawan juga dapat melihat dan berkunjung ke Sungai Koran untuk tracking ke dalam hutan selama kurang lebih 30 menit dan setelah itu menuju ke Batu Ampar.

Dermaga Kereng Bangkirai dapat dinikmati bersama keluarga, teman , pacar, maupun gebetan, karena memiliki spot-spot foto yang indah untuk foto bersama maupun selfi. 

Akan tetapi, semua keindahan yang ada ditawarkan Pesona Wisata Alam Air Hitam Sungai Sebangau, Dermaga Kereng Bangkirai, Palangka Raya, Kalteng, lenyap dalam sekejap pada Kamis, 19 September 2019 lalu, ketika orang-orang tak bertanggung jawab diduga kuat membakar hutan lindung kawasan Taman Nasional Sebangau. Karena segepok uang, masyarakat Kereng Bangkirai sekarang kehilangan penghasilan yang menjadi sandaran hidup mereka sehari-hari.

Bahkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng kehilangan pemasukan dari obyek wisata yang dibuka dengan susah payah bersama masyarakat setempat. Lebih jauh lagi, Pemerintah Indonesia kehilangan aset wisata nasional yang sangat dibanggakan.

Wisatawan pengguna jasa wisata Susur Sungai Sebangau anjlok. Hanya satu atau dua orang saja yang kini datang dan menggunakan jasa perahu hias milik penduduk setempat. Penyebabnya, selain kabut asap pekat dari pembakaran hutan Taman Nasional Sebangau, juga kemarau panjang yang membuat air sungai yang khas berwarna hitam mengalami penyusutan. Namun penyebab terbesar adalah akibat asap Karhutla, wisatawan enggan datang.

Saat ini, tak ada pilihan lain bagi penduduk pemilik perahu susur sungai selain menambatkan perahu kayu hias milik mereka di pinggir sungai sambil menunggu kabut asap memudar. Entah kapan itu menjadi kenyataan, tak satupun bisa menjawabnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00