• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Cabor

Bulutangkis China Open 2019: 1 Gelar Milik Indonesia, Ginting Bertekad Menambah Koleksian

22 September
06:59 2019
0 Votes (0)

KBRN, Changzhou : Indonesia memastikan satu gelar pada Turnamen Bulutangkis China Open 2019 BWF World Tour Super 1000. Satu gelar sejak dini yang dipastikan merah putih diraih, setelah terjadi "All Indonesian Final" disektor ganda putra Turnamen Bulutangkis China Open 2019, minggu (22/9/2019).

Dua pasangan terbaik Indonesia, the minnions ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon akan kembali berjumpa dengan senior mereka, the Daddies Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan di laga final China Open 2019.

"Mereka habis jadi juara dunia, kami harus siap, nggak akan gampang melawan mereka," ujar Marcus didampingi Kevin terkait jelang final melawan senior mereka, Ahsan/Hendra dalam keterangannya kepada Radio Republik Indonesia (RRI).

Dalam catatan kedua pasangan tersebut, head-to-head, Kevin/Marcus unggul 8-2 atas Ahsan/Hendra. Pertemuan terakhir terjadi saat final Japan Open 2019 yang dimenangi Kevin/Marcus dengan skor 21-18, 23-21.

Lolosnya, the minios Kevin/Marcus meraih tiket final setelah mengalahkan rekannya sesama pebulutangkis pelatnas Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dengan skor 21-8, 21-16. Sedangkan, tiket final Hendra/Ahsan diraih, setelah menundukkan pasangan China, Li Jun Hui/Liu Yu Chen dengan skor 22-20, 21-11 dalam tempo 31 menit di Olympic Sports Center Xincheng Gymnasium, Sabtu (21/9/2019).

Selain memastikan gelar di nomor ganda putra, Indonesia juga berpeluang meraih titel di nomor tunggal putra melalui Anthony Sinisuka Ginting. Pebulutangkis merah putih Ginting bertekad untuk mempertahankan gelar tahun lalu, saat menghadapi sang rival pebulutangkis nomor satu dunia asal Jepang Kento Momota di babak final, Minggu (22/9/2019).

Pertandingan final disektor tunggal putra ini merupakan partai ulangan dibabak pamungkas, tahun lalu.Saat itu Ginting tampil sebagai juara China Open 2018, usai menamg atas Momota dengan skor 23-21, 21-19, dalam tempo 63 menit.

" Sebetulnya, saya tidak memikirkan saya juara bertahan, itu sudah berlalu. Sebelum tanding tadi pun belum memikirkan ketemu Momota, karena Antonsen juga lawan yang berat," tutur Anthony Sinisuka Ginting.

"Momota pemain yang bisa menjaga fokusnya dari awal sampai akhir, penampilannya juga konsisten," tambahnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00