• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Tanggap Bencana

Kabut Asap Karhutla Tambah Pekat, Jambi Bagai Kota Mati

21 September
14:45 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Foto udara menunjukkan Kota Jambi diselimuti kabut asap yang tambah pekat hingga Jumat, 20 September 2019, kemarin. 

Berdasarkan pantauan Air Quality Monitoring System (AQMS) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Stasiun Jambi, kualitas udara di Kota Jambi yang terpapar kabut asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kemarin bergerak fluktuatif dari Tidak Sehat, Sangat Tidak Sehat sampai menyentuh status Hazardouz atau Berbahaya.

Dua hari terakhir ini, Kota Jambi terus terpapar kabut asap yang bertambah pekat. Menurut pantauan Satelit Terra dan Aqua, terdeteksi 499 titik panas atau hotspot di Provinsi Jambi hingga kini. Diperkuat lagi, foto udara membuktikan betapa pekat asap yang menyelimuti Kota Jambi, Sabtu (21/9/2019).

Kabut asap pekat Karhutla mengganggu lalu lintas darat dan air Kota Jambi. Hal itu terpantau dari kapal tongkang yang membawa alat berat melintasi Sungai Batanghari harus bergerak perlahan untuk menjaga jarak dengan kapal lainnya. 

Bahkan Jembatan yang membelah Sungai Batanghari di Kota Jambi nampak pekat dari udara. Suasana kota yang tadinya indah bertahtakan sungai yang mengalir pelan, saat ini seolah menjadi daratan buram antah berantah. Jambi yang khas dengan keramaian lalu lintas darat dan sungai, seolah berubah menjadi kota mati yang ditinggalkan penghuninya akibat peperangan besar.

Kota Jambi Terkini Menurut Pantauan Air Visual

Berdasarkan data terbaru AirVisual, Sabtu, 21 September 2019 siang, pukul 12.00 WIB (local tima), Air Quality Index (AQI) Kota Jambi berada di angka 448 alias masuk kategori Hazardouz atau berbahaya! 

Semua itu akibat asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang masif terjadi dalam dua bulan terakhir. Namun begitu, tingkat polusi ini tidak tetap dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Pengukuran AirVisual terhadap kualitas udara dilakukan menggunakan parameter PM (particulate matter) 2,5 alias pengukuran debu berukuran 2,5 mikron berstandar US AQI. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan, ambang batas sehat konsentrasi PM 2,5 di sebuah kota tak dapat lebih dari 25 mikrogram per meter kubik dalam 24 jam.

Air Quality Index (AQI) merupakan indeks yang digunakan AirVisual untuk menggambarkan tingkat polusi udara di suatu daerah. AQI dihitung berdasarkan enam jenis polutan utama, yaitu PM 2,5, PM 10, karbon monoksida, asam belerang, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.

Berdasarkan data AirVisual, kandungan PM 2,5 Kota Jambi berada di angka 421.5 µg/m³. Kondisi cuasa 35 derajat cerah berawan, tingkat kelembaban 31%, kecepatan angin 9.3 km/jam, dan bertekanan 1008 mb.

Untuk diketahui, AQI mempunyai rentang nilai antara 0-500. Makin tinggi nilai AQI, artinya makin tinggi tingkat polusi udara di wilayah tersebut.

Skor 0-5 berarti kualitas udara bagus, 51-100 berarti moderat, 101-150 tidak sehat bagi orang yang sensitif, 151-200 tidak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, dan 301-500 ke atas berarti berbahaya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00