• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Info Publik

Napi Keluar Rutan Tanpa Pengawalan Petugas

11 July
20:16 2018
0 Votes (0)

KBRN, Padang : Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Barat membentuk tim untuk memperdalam unsur kalalaian yang dilakukan petugas Rutan Anak Air. Pembentukan tim,  terkait beredarnya foto Yusafni, terpidana kasus korupsi Surat Perjalanan (SPj) fiktif Dinas Prasarana Jalan, Tata Ruang dan Pemukiman - Prasjal Tarkim Sumatera Barat yang sosoknya  belakangan diketahui berada di Bukittinggi, tanpa pengalawan petugas.

Napi yang divonis hukuman sembilan tahun penjara ini,  menurut Kepala Kanwil Kemenkumham Sumatera Barat, Dwi Prasetyo Santoso sedang menjalani pengobatan, dikarenakan sesak nafas yang dideritanya. 

Kepada RRI, Dwi Prasetto menuturkan, belum bisa memberikan keterangan mengenai sanksi yang akan dijatuhi kepada petugas, termasuk narapidana bersangkutan. 

''Apa pun alasannya, kebijakan yang diambil kepala regu jaga dengan membiarkan begitu saja narapidana keluar Rutan Anak Aia dianggap keliru dan menyalahi prosedur yang berlaku,'' tegasnya, Rabu, (11/7/2018).

Jika yang bersangkutan dalam pemeriksaan terbukti melakukan kelalaian, pihaknya jelas Dwi tidak segan-segan memberikan tindakan tegas sekalipun langkah yang ditempuh didasari  pertimbangan kemanusiaan. Dalam  ketentuannya, setiap narapidana dan tahanan berhak mendapatkan perawatan penyakit.

Demikian pula lapas dan rutan  wajib memberikan pertolongan darurat kepada narapidana dengan catatan langkah yang ditempuh untuk pemenuhan hak dan kwajiban harus merujuk kepada aturan prosedur hukum yang berlaku. Tidak asal memberikan izin, harus ada perizinan dari pimpinan lapas dan rutan, pemberitahuan kepada pihak keluarga untuk mengetahui kondisi kesehatan napi bersangkutan. SD/Evie).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00