• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Kemenkes Fokus Penanganan TBC dan Imunisasi Selain Stunting

11 July
20:10 2018
0 Votes (0)

KBRN, Medan : Selain masalah stunting, Kementerian Kesehatan fokus pada penanganan Tuberculosis (TBC) dan imunisasi pada anak untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia.

Menurut Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Tuberculosis Multi Drug Resistent (TB-MDR) semakin naik. Ada penelitian di Litbangkes, TBC bukan berasal dari MDR, namun bisa juga manusia sehat terkena TBC.

"Saya terkejut mendengar ada satu orang yang bekerja di Jepang, tidak diperbolehkan masuk karena mengalami TBC. Mau nggak kita selalu diusir di luar negeri karena TBC. Kalau bisa kita yang mengatakan begitu ke orang asing tersebut agar jangan masuk negara kita karena TBC. Karena itu kita ingin negara kita bebas TBC," ujar Nila pada acara Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), di Medan, Rabu (11/7/2018). 

Nila meminta agar para ahli kesehatan tidak menyebut istilah TBC dengan TB karena tidak difahami masyarakat.

"Sudahlah TBC aja, tidak usah TB. Ini asing bagi masyarakat," tegasnya.

Nila juga berharap agar kasus-kasus seperti ini bukan hanya difokuskan ke Puskesmas semata, tetapi juga temuan-temuan berasal dari rumah sakit dan mandiri. 

Menkes menyarakan agar para ibu dapat memperhatikan anak-anaknya. Berawal dari dalam kandungan hingga lahir, agar tercukupi asupan gizinya. Pihaknya juga meminta agar para ibu dapat secara rutin membawa bayinya untuk diimunisasi.

Program tersebut akan dilaksanakan pada Agustus hingga September 2018. Imunisasi yang diberikan adalah jenis measles rubella (MR). Measles adalah campak, sedangkan rubella adalah penyakit ke arah pengapuran pada otak, jantung, mata dan telinga pada anak yang menyebabkan cacat parah.

"Target di luar pulau Jawa harus diselesaikan tahun ini. Sementara di pulau Jawa sudah mencapai hampir 100%. Memang minimal target kita sebesar 95%. Maksudnya, 90% terimunisasi maka dapat mencapai kesehatan yang baik. Jika masih 70%, maka orang sehat dapat tertular penyakit-penyakit yang berbahaya," pungkasnya. (Widya/Evie).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00