• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pilkada Serentak

Panwaslu Bukittinggi Minta Parpol Copot Spanduk Bernuansa Kampanye

11 July
20:13 2018
0 Votes (0)

KBRN, Bukittinggi : Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bukittinggi menyoroti banyaknya spanduk dari beberapa tokoh masyarakat yang terpampang pada sudut kota,  sejak awal Ramadhan lalu hingga saat ini, yang diperkirakan bakal maju menjadi bakal calon legislatif, pada Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2019 mendatang.

Menyikapi hal itu,  Ketua Panwaslu Kota Bukittinggi Eri Vatria, meminta kepada Partai Politik (Parpol) peserta pemilu 2019 beserta Bacalegnya, untuk dapat segera menurunkan spanduk yang bernuansa kampanye itu. Hal ini berdasarkan aturan yang telah ditetapkan, bahwa saat ini,  belum memasuki tahapan kampanye.

"Para bacaleg boleh saja memasang ucapan berupa spanduk dimana saja, asalkan tidak ada memuat tanda gambar partai politik dan nomor urut yang merupakan identitas Bacaleg itu sendiri. Dalam spanduk itu,  ada tanda gambar Parpol dan nomor urut. Itu berarti, spanduk yang dipasang itu jelas melanggar Undang-Undang tentang pengertian kampanye yang mengandung unsur citra diri berupa lambang Partai dan nomor urut," ujarnya.

Menurut Eri Vatria, Bacaleg yang ada saat ini pun, belum termasuk ke dalam peserta pemilu 2019. Karena hingga kini, baru partai politiknya yang tercatat sebagai peserta pemilu.

"Bacaleg yang memasang spanduk tanpa ada lambang partai boleh boleh saja.Tetapi kalau ada lambang partai pada spanduk, itu sudah masuk ke dalam pelanggaran kampanye," jelasnya.

Atas pelanggaran itu sambung Eri Vatria, Panwaslu kota Bukittinggi telah menyurati parpol agar membuka sendiri spanduk yang mengarah kepada alat kampanye itu. Tidak sampai disitu saja, Panwaslu juga telah menyurati pemerintah kota Bukittinggi untuk dapat menugaskan instansi terkait dalam menertibkan spanduk atau alat peraga kampanye yang dianggap melanggar tersebut.

“Panwaslu juga menghimbau kepada Partai Politik peserta pemilu 2019 agar mematuhi semua aturan Kepemiluan termasuk mematuhi jadwal kampanye yang telah ditetapan KPU. Dimana masa kampanye yang ditetapkan KPU mulai dari tanggal 23 September 2019 sampai 13 April 2019,” tukasnya. (YPA/Evie).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00