• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Teknologi

Admin Sistem Informasi Pemkab Dilatih Tangkal Serangan Siber

10 July
20:58 2018
0 Votes (0)

KBRN, Semarang: Keamanan sistem informasi di sejumlah aplikasi berbasis internet yang digunakan Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam rangka memudahkan layanan publik, kini menjadi isu strategis. Menyadari pentingnya keamanan sistem tersebut, Bidang Informatika Dinas Kominfo Kabupaten Wonosobo bergerak cepat, dengan melatih tak kurang dari 20 administrator (Admin) pengelola sistem di sejumlah OPD, agar kelak mampu mengantisipasi dan menangkal apabila sewaktu-waktu terjadi serangan. Pelatihan dilaksanakan di ruang kendali Bupati Sekretariat Daerah, Selasa (10/7/2018).

“Seiring kian majunya dunia teknologi informasi, tentunya perlu juga kita mengantisipasi berbagai ancaman yang berpotensi melemahkan atau bahkan merusak sistem informasi berbasis online yang selama ini sudah berjalan di sejumlah OPD,” jelas Kepala Bidang Informatika, Sulistiyani di sela pelatihan Penetrating Test (Pen Test) bagi para admin Sistem Informasi.

Menurut Sulistiyani, untuk keperluan pelatihan tersebut pihaknya menggandeng Gamatechno, lembaga kompeten dari Jogjakarta sebagai mentor bagi para peserta selama 3 hari pelatihan. Selama menjalani pelatihan, para peserta akan diberikan materi terkait keamanan sistem, meliputi pengenalan terhadap model-model serangan siber, jenis-jenis serangan sampai pada objek yang biasa dijadikan sasaran serangan, hingga penggunaan aplikasi penangkal untuk menghindarkan sistem dari bahaya kerusakan dan kehilangan data.

Kepala Seksi Aplikasi dan Informatika Dinas Kominfo, Priyo Cahyono menambahkan, sebuah proses peningkatan keamanan (security hardening), umumnya meliputi masalah teknis, seperti pengamanan dari sisi jaringan, sistem operasi, keamanan data dan source code aplikasi.  

“Institusi keuangan dan telekomunikasi secara rutin menyewa konsultan keamanan untuk melakukan kegiatan 'penetration testing', atau biasa dikenal dengan pen test ini,” terang Priyo.  

Pen Test dilakukan untuk menguji sejauh mana sistem yang dimiliki dapat bertahan dari serangan-serangan yang akan mengeksploitasi sistem tersebut.  

“Biasanya pen test ini dilanjutkan dengan sejumlah rekomendasi perbaikan di titik-titik rawan yang terdeteksi,” pungkas Priyo Cahyono. (DNA/AKS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00