• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Luar Negeri

Erdogan tunjuk menantunya jadi menteri keuangan Turki

10 July
08:04 2018
0 Votes (0)

KBRN, : Sesaat setelah resmi dilantik untuk meneruskan jabatannya sebagai presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menunjuk menantunya menjadi menteri keuangan yang baru.

Penunjukan Berat Albayrak, yang sebelumnya menjabat menteri energi pada 2015, mendapat tanggapan dari pasar keuangan.

Lira, mata uang Turki, merosot nilainya sebanyak 2% setelah Erdogan mengumumkan penunjukan Albayrak.

Dalam pidatonya seusai dilantik di parlemen pada Senin (9/7/2018), Erdogan mengatakan kepada para tamu di istana kepresidenan di Ankara bahwa Turki "menciptakan awal yang baru".

"Kami meninggalkan sistem yang di masa lalu membuat negara kami harus membayar harga mahal dalam wujud kekacauan politik dan ekonomi," ujarnya.

Kemenangan Erdogan dalam pemilu bulan lalu bukan sekedar melanjutkan jabatan presiden selama lima tahun, tapi juga menandai transisi Turki dari sistem parlementer ke sistem presidensiil.

Mulai bulan ini Erdogan berwenang menunjuk menteri dan wakil presiden. Dia juga berhak campur tangan dalam sistem hukum.

Selain menunjuk menantunya untuk menduduki posisi menteri keuangan, Erdogan memilih panglima militer Jenderal Hulusi Akar sebagai menteri pertahanan.

Adapun Mevlut Cavusoglu dipertahankan sebagai menteri luar negeri.

Kalangan oposisi dan pengritik Erdogan menilai kewenangan baru yang dimiliki pria tersebut akan menghancurkan demokrasi di Turki.

Pada Minggu (8/7/2018), pemerintah Turki telah memecat lebih dari 18.000 anggota tentara, polisi, akademisi, serta pegawai negeri.

Keterangan resmi pemerintah Turki menyebutkan 18.632 orang telah dipecat, termasuk 8.998 anggota polisi serta 6.152 personil militer, seperti dilaporkan kantor berita AFP.

Dan menurut kantor berita Reuters, ada 199 akademisi yang dipecat dari berbagai universitas di seluruh negara itu.

Langkah pembersihan ini merupakan yang terbaru setelah upaya kudeta militer yang gagal dua tahun silam. (BBC/AA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00