• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Jenazah TKI Asal Jember yang Meninggal di Malaysia Tiba di Rumah Duka

13 June
20:22 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jember : Jenazah Amintyas Wahyudi (34), TKI asal Jember yang meninggal di Malaysia, tiba di rumah duka di Kelurahan Talangsari, Kecamatan Kaliwates. Kedatangan jenazah TKI itu, dijemput langsung dari bandara Juanda, Surabaya mengunakan armada mobil ambulance yang difasilitasi Pemkab Jember pada pukul 16,30 wib, Rabu (13/6/2018) sore. 

Begitu ambulans pembawa jenazah tiba, warga langsung bergotong-royong menggotong peti jenazah menuju rumah duka.
Para tetangga dan kerabat juga telah menyiapkan kedatangan jenazah sejak pagi. Tenda telah terpasang, nisan dan keranda juga sudah disiapkan.

Usai disholatkan di masjid sekitar, Jenazah Aminytias langsung dimakamkan di lokasi pemakaman lingkungan setempat.

"Alhamdulillah berkat perjuangan dan doa akhirnya anak saya bisa dipulangkan, terimakasih atas semua pertolongan yang sudah diberikan kepada anak saya, semoga Allah membalas semua kebaikannnya," tutur Ibunda Aminytias, Mistyana (52) saat ditemui di rumah duka, Rabu (13/6/2018).  

Menurut Ibundanya, Aminytyas baru 4 bulan bekerja di Malaysia sebagai TKI.  anak pertamanya itu bekerja sebagai Cleaning Service.

"Terakhir menghubungi keluarga itu awal puasa, saat itu seusai buka puasa, anak saya menghubungi keluarga disini dan  saat itu kondisnya masih tampak sehat tidak sakit, sempat video call sama saya, sama bapak juga adik-adiknya, gurau gitu kayak biasannya," kenangnya.

Namun, sekitar pukul 22.00 WIB malam itu juga, keluarga tiba-tiba menerima telepon dari teman satu kos Amnytias. Saat itu temannya mengabarkan jika anaknya sedang dalam kondisi kritis.

"Saya tanya sakitnya apa, kok tiba-tiba kritis? Di video call itu saya lihat anak saya seperti linglung terus muntah seperti lumpur. Anaknya lemes, sama temannya langsung dikirim ke Hospital Kuala Lumpur, di sana ditempatkan di ICU sempat dirontgen dokter, tidak ada penyakitnya, paru-paru bagus, jantung bagus, liver bagus. Dokter juga menyatakan kalau anak saya sudah bisa pulang hari Senin, biayanya waktu itu diminta 12 juta," terangnya.

Menurut Mistyana, kondisi sang anak sempat membaik dan menjalani perawatan beberapa hari, namun setelah itu kondisi kesehatannya kembali memburuk sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

"Dirawat dirumah sakit itu sekitar 7 hari, terakhir anak saya masuk ICU lagi terus keluar lumpur dari hidungnya dan meninggal sekitar jam 12 malam, tapi saya baru dikabari lagi sama adiknya itu keesokan harinya," sesalnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Bupati Jember dr Hj Faida terbang langsung ke Kuala Lumpur, Malaysia, untuk mengurus kepulangan jenazah salah seorang TKI asal Jember, yang sempat menjalani perawatan di salah satu rumah sakit hingga meninggal.

"Jenazah sudah dua minggu tertahan di rumah sakit, karena diantaranya masalah biaya. Dan Alhamdulillah, berkat bantuan semua pihak, jenazah dapat kita pulangkan ke jember," jelas Bupati.

Faida menyebut jika dirinya juga mendapat bantuan dari KBRI di Kuala Lumpur. Melalui surat rekomendasi KBRI lah, menurut Faida, jenazah dapat dengan mudah melewati berbagai tahapan administasi. (GL/HF)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00