• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Luar Negeri

Trump Sebut Pertemuannya dengan Kim Jong Un di Singapura, Lebih dari Harapan Masyarakat Global

12 June
19:37 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Pertemuan antara presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan pemimpin Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK), Kim Jong-Un, di Singapura, Selasa (12/6/2018) menjadi perhatian publik dunia.

Dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) AS-Korea Utara itu, bahkan kedua pemimpin hanya bertemu untuk tiga jam lamanya.

Trump dan Kim Jong-Un telah menandatangani dokumen berisi 4 poin kesepakatan dari kedua belah pihak.

Trump menyebut dokumen tersebut sebagai suatu dokumen komprehensif, yang membuat kedua pihak terkesan.

“Dokumen yang kami tandatangani adalah surat yang sangat komprehensif dan saya rasa kedua belah pihak juga sangat terkesan dengan hasilnya. Saya sangat berterimakasih dengan selurh pihak yang telah mempersiapkan segala hal, sehingga pertemuan ini bisa terjadi,” ujar Trump usai penandatanganan dokumen kesepakatan bersama Kim Jong-Un di Singapura, Selasa (12/6/2018).

Di hadapan tidak kurang dari 3.000 media yang berkumpul di Singapura itu pun, Trump turut menyebut bangga atas apa yang dilakukannya bersama Kim Jong-Un dan optimis hubungan AS dengan Korea Utara serta di Semananjung Korea akan mengalami perubahan besar dari sebelumnya.

“Kami sangat bangga dengan apa yang kita lakukan hari ini, saya rasa hubungan kami dengan Korea Utara dan Semenanjung Korea akan berubah besar dari situasi sebelumnya dulu. Kami setuju untuk berbuat sesuatu dan kami telah membangun ikatan khusus. Orang-orang akan akan sangat terkesan dan bahagia. Kami akan berhati-hati terhadap masalah serius bagi dunia. Ini lebih dari apayang orang-orang harapkan dan akan lebih daripada itu,” tambah Trump.

Sementara, dalam kesempatan yang sama Trump menyatakan akan mengundang Kim Jong-Un ke Gedung Putih untuk membicarakan lebih lanjut tentang kesepakatan yang telah ditandatangani kedua pihak.

Pemimpin Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK), Kim Jong-Un mengatakan, pertemuannya bersama Trump merupakan pertemuan bersejarah dan kedua pihak sepakat untuk melupakan masa lalu.

“Hari ini kita berada pertemuan bersejarah dan memutuskan untuk melupakan masa lalu. Dunia akan melihat perubahan besar dan saya ingin berterimakasih kepada presiden Trump yang telah membuat pertemuan ini terwujud,” imbuh Kim Jong-Un.

Pakar internasional dari universitas Padjajaran, Teuku Rezasyah, mengatakan, meski dunia menyambut gembira terhadap KTT AS-Korea Utara di Singapura tersebut, namun kedua pihak dinilai perlu segera menunjukkan komitmennya yang dituangkan dalam code of conduct atau kode etik dari perjanjian yang telah dibuat.

“Itu betul (komitmen AS-Korut), sepanjang kedua negara mempraktekkan prinsip dan butir-butirnya. Tapi, butir-butirnya belum ada (code of conduct). ASEAN aja lama banget, apalagi AS-Korut. Mungkin akan ramai lagi apa yang dimaksud dengan code of conduct. Kalau Amerika mau dateng okay (di Semenanjung Korea), kapal dagang okay. Tapi, bukan kapal perang, gitukan,” jelas Reza.

Empat poin perjanjian yang telah ditandatangani oleh Donald Trump dan Kim Jong-Un dalam KTT AS-Korea Utara, di antaranya, Amerika Serikat dan Korea Utara berkomitmen untuk hubungan baru, yang selaras dengan keinginan masyarakat kedua negara demi perdamaian dan kesejahteraan, kedua negara berusaha bersama-sama untuk membangun rezim yang lestari, stabil dan damai di Semenanjung Korea, mengafirmasi kembali Deklarasi Panmunjom 27 April 2018, di mana Korea Utara berkomitmen berupaya menuju denuklirisasi secara menyeluruh di Semanjung Korea, Amerika dan Korea Utara berkomitmen untuk memberikan pemulihan terhadap tawanan perang yang tersisa, termasuk penyegeraan repatriasi bagi mereka yang telah teridentifikasi. (RM/HF)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00