• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Teknologi

Semprotan antinyamuk karya pelajar Bengkulu menang di Malaysia

10 June
13:41 2018
1 Votes (5)

KBRN, Bengkulu : Semprotan antinyamuk temuan tiga pelajar SMAN 2 Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, berhasil menang dalam ajang "World Young Inventors Exhibition" yang dielar pada pertengahan Mei 2018 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Arif Hidayat (18), salah seorang siswa SMAN 2 Bengkulu Selatan, saat ditemui, Minggu (10/6/2018). menuturkan bahwa penemuan itu berawal ketika dirinya bersama rekannya bernama Endi Juniardi (18) dan Aqshal Dwi Raldo (16) mengamati pohon mahoni yang tumbuh di sebelah pagar sekolah mereka.

Pengamatan itu lantas memunculkan gagasan untuk meneliti manfaat lain dari pohon yang bernama latin Swietenia macrophillla tersebut.

"Masyarakat menganggap pohon mahoni hanya bermanfaat kayu dan daunnya saja, sehingga memicu kami untuk meneliti kesehatan dari pohon tersebut," ujarnya.

Dia menjelaskan, setelah melakukan serangkaian penelitian ilmiah, ternyata ekstrak biji mahoni memiiki senyawa saponin yang tidak disukai serangga, sehingga dapat mencegah gigitan nyamuk demam berdarah.

Mahoni merupakan tanaman anggota suku Meliaceae yang memiliki ketinggian berkisar 35 hingga 40 meter dengan diameter batang mencapai 125 centimeter.

Pohon ini dapat mengurangi polusi udara sekitar 69 persen, sehingga dikenal sebagai pohon pelindung, filter udara sekaligus tangkapan air.

Kayu pohon mahoni bermanfaat untuk bahan bangunan dan perabot rumah tangga, sementara bijinya mengandung flavonoid dan saponin.

"Saponin inilah yang menjadi dasar terbentuknya semprotan pelindung kulit dari gigitan nyamuk," ungkap Arif.

Saponin merupakan senyawa dalam bentuk glikosida yang berasa pahit dan apabila dikocok dengan air. Senyawa ini bergungsi sebagai antibakteri dan antiserangga.

"Hanya dengan sekali semprot dapat melindungi dari gigitan nyamuk selama delapan jam, kami menjain produk ini 100 persen alami, tanpa bahan kimia," tuturnya.

Arif mengungkapkan, penelitian ilmiah tentang manffat saponin itu lantas telah menghantarkan mereka menuju berbagai penghargaan nasional dan internasional.

Pada September 2017 lalu, ketiga pelajar itu menyabet medali perunggu dalam Festival Inovasi Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) di Bandung, Jawa Barat. Mereka menggeser 75 peserta dari 13 provinsi yang mengikuti ajang tersebut.

Pada Mei 2018, mereka mendapat medaliemas kategori inovasi terbaik dalam ajang "World Young Inventors Exhibition" di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Kami senang, ternyata hasil penelitian kami mendapat sambutan positif dari masyarakat luar negeri," ungkapnya.

hasil penelitian ilmiah itu dikemas dalam botol-botol kecil ukuran 100 mililiter, dan dijual seharga RP. 15 ribu per botol melalui pasa di dunia maya. Mereka menambahkan aroma dari perasan kulit jeruk untuk memebrikan kesan ramah pada hidung.

"Kami berharap, penelitian yang telah kami lakukan ini dapat bermanfaat bagi banyak orang, terutama di Indonesia yang masih tercatat memiliku banyak kasus demam bedarah," ucapnya. (ant/Ky/AA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview

Berita Terbaru

   

Jubir KPK: Pemda di Malang Raya Tak Serius Cegah Korupsi

00:00:00 / 00:00:00