• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Kunjungan Wisatawan Domestik Ke Bali Naik 50 Persen Pada Lebaran 2018

9 June
19:32 2018
2 Votes (5)

KBRN, Kuta : Cuti bersama hari raya Idul Fitri 1439 Hijriah memberi angin segar terhadap sektor kepariwisataan Bali. Alasannya, selama libur panjang itu, jumlah kunjungan wisatawan diperkirakan akan meningkat signifikan.

Pengamat Pariwisata, I Wayan Puspanegara mengatakan libur lebaran selama ini,  selalu diikuti tren peningkatan kedatangan wisatawan nusantara. Meski secara statistik, sulit mencari data kunjungan kecuali yang datang melalui Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, akan tetapi ia yakin kedatangan wisatawan domestik lebaran tahun 2018 akan meningkat signifikan.

"Kita melihat berdasarkan fakta empirik, jadi fakta empirik yang kita lihat adalah tingkat hunian hotel. Jadi biasanya kalau hari libur lebaran biasanya kamar hotel dikawasan Kuta, Legian, Seminyak, Jimbaran dan sekitarnya, itu kecenderungannya adalah penuh, begitu, Itu artinya tingkat kunjungan wisatawan domestik itu meningkat signifikan. Untuk tahun ini, dibandingkan tahun lalu proyeksi memang wisatawan domestik akan meningkat diatas 50 persen," katanya, Sabtu (9/6/2018).

"Kondisi ini,  tentu merupakan berkah bagi Bali sebagai destinasi pariwisata, karena pertumbuhan ekonomi Bali yang 90 persen  bisa kita katakan dikatrol oleh sektor Pariwisata. Ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat Bali dan pelaku usaha yang ada di Bali. Jadi tingkat kunjungan wisatawan domestik ini memang berpengaruh besar terhadap multiplier effect dan trickle-down effect terhadap pembangunan yang bisa diciptakan di Bali," imbuh mantan Anggota DPRD Badung ini.

Selain libur lebaran, musim high sesion juga memberikan harapan positif terhadap eksistensi kepariwisataan pulau seribu pura. Puspanegara memperkirakan, kunjungan wisatawan mancanegara di bulan Juni ini juga akan meningkat.

"Terutama wisatawan Australia dan Eropa banyak berkunjung ke Bali, kebetulan sekarang libur Lebaran ada di musim high sesion, itu artinya nanti akan gayung bersambut, liburan di mancanegara, kemudian juga liburan didalam negeri, ya kita berharap hotel, atau tempat-tempat yang menjadi objek dan destinasi pariwisata itu bisa full booked begitu," ujarnya.

Ditengah angin segar tersebut, I Wayan Puspanegara menekankan beberapa hal yang wajib mendapatkan atensi. Diantaranya soal kepadatan yang bakal muncul akibat pembangunan underpass tugu Ngurah Rai, dan pelebaran Jalan Imam Bonjol, Denpasar. Tidak sampai disana, potensi kejahatan seperti pencurian, dan penjambretan juga harus diantisipasi aparat keamanan.

"Semakin tinggi pertumbuhan, memang secara teori dia akan diikuti oleh kriminalitas. Sehingga harapan kita adalah bagaimana aparat keamanan, kemudian stakeholders, kemudian masyarakat bisa tetap menjaga Bali sebagai suatu destinasi yang aman dan nyaman untuk dikunjungi, karena mereka yang datang ke Bali sekarang tidak hanya cukup mengeksplorasi budaya dan keindahan alamnya, tetapi sejauh mana jaminan keamanan dan kenyamanan yang bisa mereka dapatkan," ucap pengamat pariwisata, I Wayan Puspanegara. (HRO/Foto:KBRN/Evie).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00