• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Jaksa Menyapa

Kajati Malut Bersikap Soal Kasus Pijaman Pemda Halbar

7 June
20:01 2018
2 Votes (3)

KBRN, Ternate: Kasus pinjaman pemerintah daerah (Polda) Halmahera Barat (Halbar) senilai Rp159 miliar di Bank Pembangunan Daerah (BPD) sudah mulai menujukan peningkatan, pasalnya kasus yang ditanyai kejaksaan tinggi (Kajati) Malut tersebut sudah dilimpahkan dari penyelidikan intelijen ke tim Satuan Tugas Khusus (Satgatsus) Penanganan dan Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Korupsi (P3TPK) dan menunggu penambahan alat bukti.

“Kasus dugaan ini kita sudah menemukan peristiwa tindak pidanya tinggal mengungatkan bukti-bukti yang ada" ungkap Kepala Kejaksan Tinggi (Kejati) Malut, Ida Bagus Nyoman saat dikonfirmasi Reporter RRI di halaman Kejati Malut, Kamis (7/6/2018).

Bahkan Kajati juga optimis, penanganan kasus pinjaman Pemda Halbar tersebut akan terselesaikan setelah Idul fitrih 1439 Hijriah nanti.

Lanjut Kajati, dalam penanganan kasus tersebut, saat ini, penyidik tinggal mencari bukti tambahan yang sebelumnya diselidiki bukti permulaan serta beberapa saksi yang telah diambil keterangan mereka dan apabila tim penyidik Satgatsus P3TPK menemukan bukti yang kuat maka selanjutnya dilakukan pemberkasan dugaan kasus tersebut.

Orang nomor satu di Kejati Malut juga menegaskan, meski dugaan kasus ini juga dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) namun tidak bermasalah dengan proses penyilidikan yang dilakukan Kejati Malut, sebab, prinsipnya sebagai penegak hukum tetap bekerja memanisilir adanya praktek tindak pidana korupsi terkait kerugian keuangan negera. 

Karena itu lanjut Kajati, pihaknya berharap setelah dilimpahkan ke tim penyidik Satgatsus P3TPK dan apabila tidak ada hambatan maka dugaan kasus ini dalam waktu akan terbongkar siap tersangkanya.

“Secepatnya kasus akan diselesikan dan terbongkar tersangkanya yang terpenting  adalah tim penyidik bekerja tidak ada hambatan mengumpulkan bukti tambahan" tuturnya.

Selain itu dia menegaskan, untuk pemeriksaan Bupati Halbar Danny Misi selaku penanggungjawab siap dperiksa apabila penyidik Kejati Malut memanggil atau dimintai keterangan terkait adanya indikasi korupsi pinjaman senilai 158 milyar tersebut.

“Selain Bupati, Sekda juga akan dipanggil untuk mengungkap kasus ini,”tegasnya. (ID/AA).

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00