• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Polda Papua Gagalkan Penyeludupan 236 Batang Kayu Merbau Ilegal

17 April
11:16 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jayapura : Tim Subdit IV Tipiter Direktorat Reskrim Khusus Polda Papua berhasil menggagalkan penyelundupan 236 batang kayu merbau dari Kabupaten Sarmi di Kawasan Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, pada Minggu (15/4/2018).

Dalam kasus tersebut, sebanyak lima sopir truk yang telah diamankan Polisi. Kelimanya yakni, AM, IL, AC, NU dan SA. Sedangkan tiga orang selaku pendamping hanya diperiksa sebagai saksi.

Kasubdit IV Tipiter Direskrimum Polda Papua, Kompol Dwi Prasetyo Wibowo mengatakan, terungkapnya kasus ini berawal dari laporan masyarakat terkait upaya penyelundupan lima truck bermuatan kayu yang melintas di wilayah Waena.

Atas laporan tersebut, lanjutnya, tim patroli langsung melakukan penelusuran dari arah Waena hingga Sentani, Kabupaten Jayapura. Hasilnya, tim mendapati lima truck bermuatan kayu tanpa dilengkapi dokumen.

"Seluruh barang bukti 25 kubik kayu atau 236 batang kayu merbau saat ini sudah kami sita di Markas Polda Papua beserta lima terduga pelaku," ujarnya saat ditemui wartawan di Mapolda Papua, Selasa (17/4/2018).  

Ia menambahkan, berdasarkan keterangan awal, ratusan batang kayu merbau tersebut diambil dari Distrik  Arare, Kabupaten Sarmi. Rencananya ratusan kayu illegal itu akan dibawa ke salah satu pengusaha kayu di wilayah Kota Jayapura.

"Pemili kayu berinisial AL ini berdomisili di Abepura. Dalam waktu dekat ini, kami akan lakukan pemanggilan terhadap yang bersangkutan untuk dimintai keterangan," bebernya.

Dwi berujar, pihaknya masih mendalami lebih lanjut pengungkapkan kayu merbau illegal itu. Hal ini menyusul, pengakuan para sopir bahwa telah berulang-ulang melakukan penyelundupan kayu dari Sarmi.

"Para terduga pelaku ini juga mengaku membayar kepada masyarakat adat setempat sebesar Rp. 5 juta untuk setiap truk kayu," tambahnya.

Ia menegaskan, atas perbuatannya, kelima terduga pelaku disangkakan melanggar pasal 88 ayat 1 huruf a junto pasal 16 UU RI no 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan, dengan ancaman pidana hukuman maksimal 20 tahun penjara. (RK/WDA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00