• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Pembuatan e-KTP Tidak Sampai 1 Jam, Mendagri Juga Sempat Pandu Warga Merauke Kesulitan Buat Tandatangan

16 April
17:42 2018
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Senin pagi (16/4/2018) dalam pelayanan pembuatan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di kantor bupati Merauke, provinsi Papua, tampak ratusan warga berbondong-bondong memanfaatkan momen yang diselenggarakan selama 3 hari kedepan tersebut.

Penyelenggaraannyapun ditinjau langsung oleh Menteri dalam negeri Tjahjo Kumolo.

Ada hal menarik yang terjadi ketika peninjauan langsung oleh mendagri itu.

Dimana terdapat seorang pemuda yang terlihat kesulitan membuat tandatangan diri, meski telah dibantu oleh petugas.

Mendagripun memberikan arahan kepada pemuda yang tampak tidak terbiasa membuat tandatangan itu, untuk membuat tandatangan sesederhana mungkin agar bisa terus diingat.

“Dia belum bisa membuat tandatangan, jadi sekarang lagi belajar,” ujar Tjahjo kepada para media yang turut mengabadikan momen tersebut, Senin (16/4/2018), di Merauke, Papua.

Mendagri juga turut memberi masukan kepada para petugas dinas kependudukan dan pencatatan sipil kabupaten Merauke, sebagai alternatif bagi mereka yang tidak bisa membuat tandatangan cukup menulis nama mereka di kolom tandatangan e-KTP.

“Harus sama tandatangannya ya, inget2-inget yang mudah saja. Nama saja ditulis,” imbuh Tjahjo Kumolo.

Tjahjo Kumolo menyatakan, instruksi peningkatan pelayanan pembuatan e-KTPl selama 1 jam di dinas kependudukan dan pencatatan sipil seluruh Indonesia, diikuti dengan permendagri yang telah dikeluarkan pada awal April ini.

“Atas perintah presiden (permendagri peningkatan pelayanan), sudah satu minggu lalu. Kami juga meminta kaitannya pak sekda menyampaikan ada satu alat di kecamatan. Ga sampe (pembuatan e-KTP selama 1 jam). Makanya, kami membuat instruks harus satu jam selesai. Sepanjang tidak listrik mati, kecuali jaringannya. Untuk blanko juga dipusat tersedia 1,7 juta stoknya. Kalau memang habis di Merauke minta telepon dikirim paket, ga sampe sehari juga sudah bisa,” tegas Tjahjo.

Menurut salah seorang warga, Stevanus, sebagai pemilih pemula dirinya merasa puas dengan layanan pembuatan e-KTP yang memakan waktu kurang dari 1 jam. Menurutnya, terlebih proses perekaman juga tidak sulit.

“Menurut saya cepat karena tidak masuk 1 jam membuatnya langsung jadi. Baru hari ini datang ke sini dan langsung jadi, tidak lama lagi. Saya resmi 17 tahun Maret kemarin,” ungkap Stevanus.

Staf disdukcapil kabupaten Merauke, Marten Gana, menyebut, terhitung sejak tahun 2015 hingga saat ini terdapat 19 alat perekaman e-KTP di 20 distrik yang rusak.

“Distrik-distrik itu punya rusak semua, sehingga kita memang perlu ada tambahan untuk alat-alat perekaman ini. Yang baik itu hanya di Kabupaten dan yang rusak itu di 19 distrik,” jelas Marten.

Sekretaris direktorat jenderal kependudukan dan pencatatan sipil kemendagri, I Gede Suratha, mengatakan, meski Merauke merupakan kabupaten dengan persentase perekaman e-KTP tertinggi di Provinsi Papua atau mencapai 76 persen dari 130 ribu penduduk wajib KTP.

“Namun, secara umum persentase perekaman e-KTP di provinsi Papua baru mencapai 30 persen dari sekitar 3,3 juta wajib KTP,” imbuh I Gede Suratha.

Menurut Gede, sulitnya aksesibilitas akibat topografi wilayah Papua menjadi salah satu faktor penyebab masih rendahnya perekaman e-KTP oleh warga.

“Contohnya dari 34 distrik di Pegunungan Bintang misalnya, hanya 4 diantaranya yang bisa ditempuh melalui jalur darat. Sedangkan, 30 lainnya harus menggunakan pesawat untuk mencapai area tersebut,” tutup Gede. (RM/AKS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00