• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Jaksa Menyapa

Anak Tersangkut Kasus Narkoba, Hukum Diversi Tak Berlaku

12 April
10:14 2018
2 Votes (5)

KBRN, Madiun: Massifnya Peredaran Narkoba  kian mengkhawatirkan. Jaringan Narkotika Internasionalpun telah lama  memiliki modus baru, dengan melibatkan anak-anak di bawah umur sebagai kurir pemasok. Bukan tidak mungkin ancaman hukuman narkoba bisa menjerat mereka.

Meskipun ada upaya meringankan berupa diversi dalam proses peradilan anak, namun upaya tersebut sulit dilakukan dalam kasus narkoba, hal ini dikarenakan Diversi hanya dilaksanakan dalam hal tindak pidana yang dilakukan untuk ancaman penjara di bawah 7 (tujuh) tahun dan bukan merupakan pengulangan tindak pidana. Diversi sendiri merupakan pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana, sebagaimana disebut dalam Pasal 1 angka 7 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA).

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Nganjuk Dicky Andi Firmansyah mengatakan upaya diversi kasus narkoba pada anak dalam kapasitas bukan sebagai korban susah dilakukan, semisal dalam kasus anak sebagai kurir. Dicky menuturkan proses peradilan kasus Narkoba tetap diberlakukan bagi anak tanpa upaya diversi dengan penerapan vonis hukum separuhnya dari orang dewasa. Hal ini dilakukan atas mempertimbangkan asas kemanusiaan.

“Diversi itu kan maksimal 7 tahun, ini kan ancaman bisa seumur hidup bisa hukuman mati, jadi diterapkan tanpa diversi namun separuhnya,” terang Dicky, Kamis (12/4/2018).

Pasal 3 UU Sistem Peradilan Pidana Anak  (SPPA), juga mengatur mengenai hak bagi anak-anak yang diproses secara hukum melalui peradilan pidana, diantaranya; diperlakukan secara manusiawi dengan memperhatikan kebutuhan sesuai dengan umurnya, dipisahkan dari orang dewasa, dan  tidak dijatuhi pidana mati atau pidana seumur hidup.

Pelaku anak yang berhadapan hukum karena narkoba memang penanganannya  berbeda ya dengan orang dewasa. Hukumannya setengah orang dewasa, tergantung berat barang bukti hukumya. (YAF/AKS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00