• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Aksi Orasi BEM se-UI Kembali Menolak UU MD3

14 March
15:50 2018
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta: Aliansi BEM se-UI dan beberapa elemen BEM Universitas lain yang tergabung dalam aliansi BEM SI, Rabu (14/3/2018), mengadakan aksi menolak revisi UU tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3) di gedung Mahkamah Konstitusi (MK). Aksi tersebut mengumpulkan sekitar 300 Mahasiswa yang tergabung dalam orasi tersebut.

Beberapa hari sebelumnya, BEM UI dan beberapa BEM Fakultas di UI juga telah melakukan penuansaan aksi di berbagai tempat, dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan dan pencerdasan kepada masyarakat tentang isu MD3 yang mengancam demokrasi dan kebebasan berpendapat melalui serangkaian aksi teatrikal, pembentangan spanduk, dan sign-sign simbolik lainnya.

“Kita disini atas nama rakyat Indonesia menolak adanya kekebalan hukum,” tegas salah satu mahasiswa di depan gedung MK.

Sebagaimana yang telah diketahui, bahwa pada hari ini, hasil revisi UU tentang MD3 resmi berlaku menjadi UU. Beberapa pasal kontroversial dalam UU MD3 yang selama ini menjadi polemik di masyarakat dan mengancam kelangsungan demokrasi, yang telah dapat dilaksanakan dan diterapkan secara legal oleh DPR, termasuk MKD, karena telah dipayungi oleh landasan hukum yang mengikat.

Seiring dengan berkembangnya isu mengenai pasal kontroversial dalam UU MD3 di masyarakat, beberapa elemen rakyat, baik pribadi maupun lembaga, telah mengajukan gugatan Judical Review ke MK.

Adapun beberapa tujuan dari pelaksanaan aksi di MK, agar mendesak MK untuk segera membatalkan pasal 73 ayat (3) dan (4) huruf a dan c, Pasal 122 huruf k, Pasal 245 ayat (1) UU MD3, dan menolak implementasi Pasal 73 ayat(3) dan (4) huruf a dan c, pasal 122 huruf k, dan Pasal 245 ayat (1) UU MD3.

Aliansi BEM se-UI berharap MK dapat memberikan putusan yang adil dam bijaksana, sehingga kelangsungan hidup berdemokrasi Indonesia dapat terjamin dan semakin baik kedepannya. (KRY/AKS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00