• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Info Publik

Tuntut Penegakan Permenhub 108, Ratusan Sopir di Malang Gelar Aksi Damai

14 March
15:21 2018
17 Votes (4.5)

KBRN, Malang: Ratusan sopir angkutan umum di Malang yang tergabung dalam Serikat Sopir Indonesia (SSI) menduduki kantor UPT LLAJ, Dinas Perhubungan Propinsi Jawa Timur  di Jalan Raya Karanglo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang pada Rabu (14/3/2018). Akibatnya, layanan uji Kir di lokasi tersebut dihentikan sementara, karena lokasi di kantor tersebut telah diduduki  ratusan sopir angkutan umum se-Malang Raya beserta kendaraannnya.

Aksi damai yang dilakukan SSI menuntut Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 108 Tahun 2017 tentang  Tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek, yang efektif berlaku mulai tanggal 01 November 2017.

"Kami menuntut kepada pemerintah agar Permenhub Nomor 108 Tahun 2017 ditegakkan atau dikembalikan pada Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan," ungkap penanggugjawab aksi sopir angkutan umum yang juga ketua Serikat Sopir Indonesia (SSI) Malang Agus Mulyono disela-sela aksi damai di halaman parkir Kantor UPT LLAJ Dishub Pemprov Jatim Karanglo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Rabu (14/3/2018).

Aksi damai dipicu adanya taksi online yang selama ini dinilai telah mengganggu keberadaan angkutan umum konvesnsional, sehingga para sopir angkutan umum itu meminta kepada pemerintah pusat agar meneggakan aturan yang sudah dibuatnya.

 "Permenhub kurang diindahkan oleh para penyedia aplikasi transportasi umum online," terangnya.

Ia membeberkan, jumlah atau kuota yang seharusnya hanya 500 unit kendaraan, tetapi lanjut dia, jumlah taksi online yang ada di wilayah Malang Raya ini sudah mencapai lebih dsri seribu unit mobil yang terdaftar sebagai taksi online. 

"Sehingga dengan jumlah taksi online itu, maka hal ini telah membunuh secara pelan-pelan para sopir angkutan umum konvensional," tegasnya,
Dijelaskan, banyaknya taksi online di Malang ini seharusnya ada pembatasan jumlah taksi online agar tidak mematikan sandang pangan para sopir angkutan umum yang sudah bertahun-tahun mencari nafkah sebagai sopir. (SP/AKS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00