• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Puluhan Rumah di 2 Kecamatan di Subang, Terkena Dampak Longsor dan Pergerakan Tanah

14 March
11:01 2018
1 Votes (4)

KBRN, Subang: Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Daerah (DPKPBD) Kabupaten Subang, meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terkait dengan bencana longsor dan pergerakan tanah terjadi di Kampung Balenyengked Desa Tanjungwangi Kecamatan Cijambe, Minggu (11/3/2018) pukul 18.30 WIB, yang mengakibatkan tujuh rumah warga rusak, sebagian bangunannya terbawa tanah longsor.

Selain itu sedikitnya ada 15 rumah warga lainnya ikut terancam, yang dikhawatirkan akan terjadi bencana longsor dan pergerakan tanah susulan.

Menurut Kepala Seksi Penanggulangan dan Penanganan Bencana DPKPBD Kabupaten Subang, Darmono Indra, pihaknya sudah meminta Ketua RT dan RW serta Kepala Desa Tanjungwangi, untuk memberlakukan ronda malam, guna mengantisipasi kemungkinan yang tidak diharapkan, karena cuaca buruk saat ini masih terjadi di wilayah Kabupaten Subang. 

"Kami minta warga untuk bergiliran melakukan ronda malam, karena khawatir terjadi adanya longsor dan pergerakan tanah susulan," ujar Darmono kepada Radio Republik Indonesia di Subang, Rabu (14/3/2018).

Selain itu kata Darmono, longsor dan pergerakan tanah juga terjadi di Desa Sukahurip Kecamatan Cijambe, longsor terjadi di dua lokasi menyebabkan Jembatan yang menghubungkan Kampung Ciangasa dan Sukamulya RT 17/06 dan satu rumah terendam akibat aliran air tersumbat hingga meluap dari jembatan, rumah milik Cahdi Usia (60) peristiwanya terjadi 11 Maret 2018 pukul 18.00 WIB.

Sebelumnya, di Kampung Cikahuripan RT 01/01 dan Tanjung RT 02/01 satu rumah milik Idar ambruk dan 12 rumah lainnya terancam. Ke 12 rumah itu milik Nana, napih, salim, Apin, Ukar, Idi, Saidin, Tarem, Deden, Iwan Piansyah, Ade, dan Iyah.

"Alhamdulillah Ketua RW di sana sudah merespon, jika terjadi sesuatu maka pihknya akan mengevakuasi warga ke balai musyawarah RW dan gedung Majelis Ta'lim, yang bisa dimanfaatkan untuk tempat penampungan sementara," jelasnya. 

Sedangkan bencana longsor dan pergerakan tanah juga terjadi di Kecamatan Subang, terpatnya di Kampung Parung Hilir RT 16/06 Kelurahan Parung. Dampaknya rumah Sardi (78) bagian dapur dan kamar mandi tergerus, rumah Udi bagian samping rumah tertimbun tanah, dan area kebun dan sawah milik Hamim tertimbun tanah.

Kejadiannya juga sama pada hari Minggu 11 Maret 2018 lalu, sekira pukul 19.00 WIB. Bagian tanah yang longsor dengan ketinggian dan lebarnya mencapai 30 meter.

Sementara itu dikatakan Darmono, bagi semua korban sudah diberikan bantuan, dan rumah yang terkena dampak, termasuk yang terancam, sudah dilakukan pendataan, guna rencana relokasi, jika longsor dan pergerakan tanah mengancam warga. (RE/ARN)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00