• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hiburan

Ribuan Pengunjung Serbu Festival Duren Gratis

14 February
21:26 2018
0 Votes (0)

KBRN, Yogyakarta: Ribuan warga Klaten dan sekitarnya, Rabu (14/2/2018) tumpah ruah membanjiri lapangan Desa Randulang, Kecamatan Jatinom, Klaten, Jawa Tengah untuk ikut memperebutkan ratusan buah duren dalam rangka ‘Festival Duren Gratis’. 

Camat Jatinom, Sip Anwar mengatakan, festival duren seperti ini sudah digelar untuk ketiga kalinya, dan tahun ini panitia menyediakan sejumlah 850 buah duren yang dibagikan gratis kepada pengunjung. 

Menurutnya, tujuan festival ini selain untuk mengenalkan buah duren khas Jatinom, juga untuk mengembangkan Jatinom sebagai salah satu desa wisata baru dengan unggulan kebun durennya. 

“Wilayah  Jatinom  ini mempunyai  potensi  yang  besar  di bidang  tanaman  duren. Bahkan sudah puluhan tahun Jatinom dikenal sebagai daerah penghasil duren di Klaten,” kata Sip Anwar. 

Sementara itu Sekretaris  Daerah  (Sekda) Klaten,  Joko  Sawaldi,   mengapresiasi kegiatan tersebut, terlebih festival itu  akan  dapat mengenalkan  potensi  di wilayah  tersebut. 

“Dengan adanya  festival duren ini kami berharap akan lebih  mengenalkan  Jatinom  sebagai  sentra  duren di wilayah Klaten. Orang semakin kenal bahwa Klaten juga memiliki potensi buah duren,” katanya. 

Ditemui terpisah, panitia kegitan yang juga Kepala Desa Randulang, Sumarno, mengatakan dengan animo pengunjung yang berjumlah ribuan orang, menjadikan buah duren yang disediakan panitia kurang mencukupi. 

Pihaknya mengakui sudah mencoba mengantisipasi pengunjung yang datang, namun tetap kewalahan karena yang datang jumlahnya di luar dugaan. 

Lebih lanjut Sumarno mengatakan, ratusan duren yang disediakan dalam festival tersebut berasal dari berbagai desa di Kecamatan Jatinom, di antaranya dari Desa Randulanang, Mranggen, Beteng, Socakangsi, dan Desa Temu Ireng dengan duren jenis Montong dan Petruk. 

Sumarno menjelaskan di wilayah Jatinom luas lahan yang ditanami pohon duren mencapai 10 hektare, dengan jumlah pedagang sekitar 50 orang.

Seorang pengunjung, Triyono asal Desa Mireng, Kecamatan Trucuk mengaku kecewa, pasalnya ia datang jauh-jauh ternyata tidak bisa merasakan nikmatnya makan duren, karena sesampai di lokasi durennya sudah ludes. (Yon Muji/AKS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00