• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya

Karnaval Boyong Kedhaton, Ingatkan Perpindahan Keraton Solo dari Kartasura 273 Tahun Silam

14 February
20:18 2018
0 Votes (0)

KBRN, Surakarta: Peringatan Hari Jadi Kota Solo ke 273 akan diwarnai dengan kirab boyong kedaton dari Stadio Sriwedari sampai Jalan Jendral Sudirman. Kirab Boyong Kedhaton akan berlangsung pada Minggu 18 Februari bersamaaan dengan Solo Car Free Day.

Kepala Bagian Umum Setda Pemkot Surakarta, Heru Sunardi mengatakan, memeperingati hari jadi Kota Solo kembali akan melakukan karnaval Boyong Kedhaton dan opera Kolosal Adeging Kutha Sala. Karnaval akan diikuti sekitar 700 peserta dari masyarakat dan seniman. 

"Di antaranya replika boyong Kedhaton dengan pasukan dari Keraton Surakarta, disusul pemain wayang orang sriwedari, sanggar tari Surya sumirat, Krida Diwangga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sragen serta Komunitas Sri Jagannath Yogyakarta," jelas Heru, Rabu (14/2/2018). 

Setelah karnaval boyong kedhaton selesai dilanjutkan dengan pementasan opera kolosal adeging Kutha Sala dengan sutradara Agung Kusuma Widagdo. Kolosal ini tidak seperti biasanya karena dirangkai tanpa dialog. 

"Acara ini dikonsep spektakuler sebagai tontonan dan tuntunan masyarakat. Bahwasanya Raja Surakarta PB II dalam memindahkan Keraton itu tidak sendiri, namun melibatkan semua unsur masyarakat dengan Suku, Ras dan Agama," katanya. 

Sementara itu sebagai rangkaian hari jadi kota Solo ke 273 diselenggarakan berbagai kegiatan diawali dengan resik-resik kutho oleh masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN). Kemudian akan dilakukan ziarah ke makam tokoh pendiri Solo, Kamis (15/2/2018) pagi.

Yakni ke makam Ki Gede Sala di Baluwarti, (Kompleks Keraton Surakarta), Ki Ageng Henis di Laweyan dan Ki Yosodiura di Pengging, Boyolali. 

Hari Sabtu 17 Februari merupakan puncak acara berlangsung upacara dengan pakaian adat dan bahasa Jawa di Stadion Sriwedari. Usai upacara akan berlangsung semarang jenang nusantara di Benteng Vasternburg Solo. 

"Semua peserta dan undangan, kecuali yang berseragam dinas akan menggunakan pakaian adat Jawa dan Prajurit Keraton," ujar Heru. (MI/AKS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00