• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Aceh Masuk Wilayah Rawan Peredaran Narkoba

14 February
13:33 2018
0 Votes (0)

KBRN, Banda Aceh : Aceh merupakan salah satu daerah yang menjadi target peredaran gelap narkotika terbesar di Indonesia. Bahkan BNN telah beberapa kali mengungkap kasus penyuludupan narkotika jenis sabu yang dipasok dari negara tetangga (Malaysia). Yang terakhir, pada tanggal 10 Februari 2018, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh meringkus bandar narkoba dan mengamankan sebanyak 20 kilogram sabu yang diseludupkan dari jalur laut.

Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol Faisal Abdul Naser mengatakan, narkoba yang diseludupkan ke Aceh sering memanfaatkan jalur-jalur tikus. “Oleh sebab itu, kita terus melakukan pengawasan di daerah-daerah yang rawan terhadap penyeludupan narkoba. Kita juga bekerja sama dengan penegakan hukum di Malaysia termasuk instansi terkait di Aceh seperti pihak Bea Cukai,” kata Faisal di Banda Aceh.

Sementara itu, dalam kesempatan perbincangan bersama RRI di Banda Aceh, Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejaksaan Tinggi Aceh Amir Hamzah mengatakan, Aceh menempati peringkat ke delapan sebagai wilayah peredaran gelap narkoba terbesar di Indonesia.

 “Untuk itu kita bekerja sama dengan instansi terkait melakukan berbagai upaya pencegahan seperti sosialisasi dan gencar melakukan penangkapan serta memastikan hukuman seberat-beratnya kepada bandar narkoba,” kata Amir di Banda Aceh, Rabu (14/2/2018).  

Mekanisme sosialisasi terang Amir, mencakup ke tingkat pelajar dan dilakukan melalui kerja sama dengan dinas pendidikan dan dinas pendidikan dayah. “Karena narkoba sudah masuk sekolah dan pesantren serta dayah. Upaya serius perlu dilakukan agar dapat terhindar dari pengaruh buruk obat-obatan terlarang,” ungkapnya.  

Amir Hamzah menambahkan, Kejati Aceh bersama, Polisi, BNN dan lembaga Pengadilan memastikan dalam melakukan upaya penjatuhan hukuman yang seberat-beratnya kepada penjahat narkoba dari bandar, pengedar, termasuk pengguna narkoba.

“Karena apa, karena narkoba ini sudah sampai ke dayah-dayah di Aceh, sehingga kita perlu melakukan upaya penanggulangannya karena kita tahu bahwa dayah ini benteng terakhir dari pada penyelamatan akhlak generasi muda. Kita tidak mau santri-santri dayah itu menjadi korban dari mereka-merak itu yang mengeruk keuntungan sesaat,” kata Amir.

“Kenapa, karena kita harus mengetahui letak strategis dari pada dayah-dayah yang ada di Aceh, juga letaknya di daerah tempat barang-barang tersebut ataupun narkoba tersebut transit,” demikian tegas Amir.  (Mj/DSy)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00