• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Presiden Jokowi Tinjau Aktivitas Padat Karya Tunai di Ambon

14 February
10:15 2018
1 Votes (5)

KBRN, Ambon : Presiden Joko Widodo hari ini meninjau proses pengerukan atau normalisasi Sungai Wai Hatukau di Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Pengerukan sungai ini menggunakan anggaran dana desa dengan sistem Padat Karya Tunai (PKT).

Presiden Joko Widodo mengatakan, hingga saat ini baru dua kementerian yang telah melaksanakan program padat karya tunai, yakni Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi dan Kementerian PUPR.

Ia meyakinkan bahwa program yang bertujuan memberikan pendapatan lebih kepada masyarakat tersebut akan terus berjalan disusul oleh kementerian/lembaga lainnya.

"Ini (pengerukan) padat karya tunai di bawah Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Yang jalan sekarang baru dua, Kementerian PU dan Kementerian Desa. Nanti kementerian lain menyusul," ujar Presiden, Rabu (14/2/2018).

Terkait hal tersebut, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo mengatakan, pengerukan sungai di Desa Batu Merah dilakukan berdasarkan kesepakatan warga untuk mengantisipasi pendangkalan. Pengerukan dilakukan dengan memberdayakan warga setempat untuk membangkitkan ekonomi desa.

"Pak Presiden minta masyarakat yang bekerja untuk dipastikan dibayar," ujarnya.

Menteri Eko mengapresiasi Kota Ambon yang menjadi salah satu daerah yang pertama melakukan pencairan dana desa tahap pertama. Dengan begitu, program padat karya tunai dapat dengan diterapkan sehingga warga segera mendapatkan pekerjaan.

Penyaluran dana desa tahun ini, lanjutnya, dilakukan dalam tiga tahap yakni bulan Januari, Maret, dan Juli. Hal tersebut berbeda dengan tahun lalu (2017) yang disalurkan dua kali yakni Maret dan Agustus. Selain itu, proses pengawasan juga diperketat dengan melibatkan kepolisian dan kejaksaan. (Rell/HF/AA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00