• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Jual Kukang dan Lutung di Pasar Wage, Pria Ini Diamankan Petugas

13 February
17:56 2018
0 Votes (0)

KBRN, Cilacap : Dua ekor satwa dilindungi berhasil diamankan dari seorang pria yang hendak menjualnya di Pasar Wage, di Desa Karang Kandri, Kecamatan Kesugihan, Cilacap, Selasa (13/2/2018).

Kedua satwa tersebut masing-masing Kukang Jawa (Nycticebus Javanicus) dan Lutung Jawa (Trachyphitacus Auratus).

Pengungkapan kasus melibatkan tim gabungan dari Sat Reskrim Polres Cilacap, Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Resor Konservasi wilayah Cilacap Seksi Konservasi wilayah II Pemalang Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah, serta Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (IARI).

Tersangka berinisial KS (48) asal Desa Kranggan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas langsung digelandang ke Mapolres Cilacap bersama barang bukti kedua ekor satwa tersebut.

Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto dalam gelar perkara di Mapolres menyebutkan pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat bahwa di pasar Wage tepatnya di lapak burung terdapat penjualan satwa dilindungi jenis Kukang Jawa dan Lutung Jawa.

“Kebetulan hari ini adalah pasaran Wage, tim gabungan menuju lokasi dan langsung mengamankan tersangka bersama barang bukti,” jelas Kapolres.

Tersangka mengaku hingga saat ini sudah menjual 10 ekor Kukang dan 2 ekor Lutung yang semuanya didapatkan dari penjual.

Untuk Kukang yang dibeli seharga Rp75 ribu/ekor diijual kembali dengan harga kisaran Rp75 ribu–Rp150 ribu/ekor, sedangkan Lutung yang dibeli seharga Rp250 ribu/ekor dijual kembali mulai harga Rp400– Rp500 ribu/ekor.

drh. Nurpurba dari IARI menyebutkan hasil pemeriksaan sementara menunjukkan kondisi kesehatan kedua satwa ini sangat buruk.

“Kukang terlihat kurus, rambut tidak terawat, gigi atas dan bawah sudah dipotong asal-asal sekitar 20 buah berdampak pada infeksi yang sudah cukup lama. Kondisi Lutung juga sama buruknya dengan kandang yang kotor dan menderita diare. Kami merekemondasikan keduanya segera dibawa ke pusat rehabilitasi,” jelasnya.

Pengendali Ekosistem Hutan Resort Konservasi Cilacap, Teguh Arifiyanto menyebutkan kedua satwa lebih dulu direhabilitasi sebelum dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya.

Sementara itu atas perbuatannya, tersangka dijerat Undang-undang RI nomor 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dengan ancaman di atas lima tahun penjara. (SW/WDA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00