• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya

Kerajinan Amai Setia, Yayasan Tertua di Minangkabau Terus Berkembang Pesat

12 February
22:05 2018
0 Votes (0)

KBRN, Agam : Yayasan Kerajinan Amai Setia, Koto Gadang, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, merupakan yayasan tertua di Minangkabau. Bahkan, sampai saat ini kerajinan Amai Setia berkembang pesat di tengah masyarakat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Martias Wanto Dt Maruhun menjelaskan, pemerintah khususnya Kabupaten Agam, memberikan dukungan sepenuhnya kepada Yayasan Amai Setia, bukan saja di Agam, bahkan di Provinsi Sumatera Barat Kerajinan Amai Setia merupakan yayasan tertua.

“Dengan demikian, Agam menumpangkan harapan keberlanjutan Yayasan Amai Setia itu. Karena, ketika dicoba menelusuri, yayasan tersebut dibentuk wartawati pertama dari Minangkabau, yaitu Rohana Kudus, tahun 1911, dan di yayasan itu lah diadakan pelatihan menulis, bordir, kerajinan perak, dan lainnya, yang terutama diarahkan kepada kaum wanita," ujarnya, Senin (12/2/2018).

Bahkan, pada saat itu sambung Martias Wanto, pergerakan wanita sangat terbatas, karena daerah kita masih daerah penjajahan. Sehingga, sampai saat ini Kerajinan Amai Setia berkembang pesat, dan sangat terkenal.

“Disamping itu, para muridnya banyak yang berkembang. Hebatnya saat itu, Amai Setia tidak hanya proses memberikan keterampilan, tetapi juga sudah di manejemen dengan modern. Dengan usia 107 tahun, diharapkan fungsi dari melakukan pelatihan, dan pendidikan tetap berkembang," ungkapnya.

Selain itu, Pemkab Agam bakal membantu memasarkan produknya melalui Disperindag Koperasi UKM, serta ivent kepariwisataan, dan lainnya, agar disebarluaskan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Martias Wanto menjelaskan, Pemkab Agam bakal melakukan pemugaran rumah kelahiran Rohana Kudus pada bulan Februari 2018, dan diharapkan selesai dalam waktu lima bulan. Terkait pemugaran sudah dibicarakan dengan ahli waris, dan sudah menyatakan setuju. 

"Pemugaran dilakukan untuk mengembalikan, dan mengeksiskan rumah Rohana Kudus, jika perlu dijadikan museum. Pemugaran dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemkab Agam, untuk tahap awal dianggarkan sebesar Rp200 juta," ungkapnya. (YPA/HF)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00