• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Polda NTB Musnahkan 443 Barang Berbahaya Termasuk Senpi Rakitan

13 January
16:15 2018
1 Votes (5)

KBRN, Bima : Polda Nusa Tenggara Barat, Sabtu (13/1/2018) memusnahkan 443 barang berbahaya hasil termasuk senjata api rakitan di Kabupaten Bima.

Barang bukti tersebut dimusnahkan, karena hasil penilaian dan pemeriksaan dari tim penegak hukum sangat membahayakan bagi jiwa orang lain serta meresahkan masyarakat.

443 barang  bukti  itu diantaranya 20 pucuk   senpi rakitan laras panjang, 10 pucuk senpi rakitan laras pendek, 2 pucuk senjata air Soft Gun, 1 pucuk senapan angin,. 15 pucuk senjata berpeluru kelereng laras panjang dan 2 pucuk senjata kelereng laras pendek, dan 1 pucuk laras senjata.

Kemudian 337 anak panah, 6 buah parang,  2 buah tombak, 24 buah katapel, 9 buah panah panjang, 13 butir peluru tajam kaliber 5,56 mm dan 1 butir peluru hampa kaliber 5,56 mm

Pemusnahan itu dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda NTB, berlangsung dihalaman Mapolres Bima dengan disaksikan oleh Kapolda NTB, Brigjen (Pol) Drs. Firli, M.Si, Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, Dandim 1608 Bima Letkol (Czi), PLH. Ketua Pengadilan Raba Bima, Sutaji, SH, MH, Kepala Kejaksaan Negeri Bima, Widagdo Mulyono Petrus, SH, M.HUM, Kapolres Bima AKBP Bagus Satryo Wibowo, SiK dan AKBP Ida Bagus Made Winata, SiK, Kapolres Bima Kota.

Kapolda NTB, Brigjen (Pol) Drs. Firli, M.Si juga turut memusnahkan barang bukti berupa senjata dengan menggunakan gerinda alat potong listrik. Termasuk memusnahkan beberapa knalpot resing sepeda motor yang bikin bising, digilas dengan stum.

Barang-barang berbahaya itu  kerap menjadi pemicu bentrokan bahkan  dipergunakan warga masyarakat dikabupaten bima ketika terjadinya pertikaian antara warga.

Kapolda Firli, ditengah-tengah acara pemusnahan menegaskan berdasarkan undang-undang  darurat nomor 12 tahun 1951. UU tersebut memang sudah cukup lama, sehingga kita ingatkan lagi kepada masyarakat. Karena sampai saat  ini belum ada undang-undang yang baru terkait dengan peredaran senjata api.

“Karena itu beberapa waktu yang lalu, saya menghimbau kepada masyarakat, siapa saja yang memiliki, menyimpan, menggunakan dan siapa saja yang membuat senjata api supaya segera menyerahkan termasuk barang berbahaya lainya yang dilarang sama undang-undang tersebut untuk segera diserahkan  kepada polisi,” ujar Kapolda.

Alhamdulillah, karena kesadaran masyarakat, hari ini kami sudah banyak mendapatkan senjata api yang diserahkan secara sukarela oleh masyarakat di Kabupaten Bima.

“Khusus di Kabupaten Bima lumayan,  kesadaran masyarakat cukup tinggi dengan dibuktikan menyerahkan senjata yang yang dimiliki ataupun yang disimpannya dan dilakukan pemusnahan,” pungkasnya.

Menurut Kapolda, pemusnahan ini,   dalam rangka untuk memberikan rasa aman, nyaman, tentram kepada masyarakat, salah satunya pada saat menjelang pilkada serentak 27 Juni 2018 di Kabupaten Bima. (ZA/AA)   

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00