• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kesehatan

Pemerintah Jamin Ketersediaan Vaksin Dipteri untuk ORI dan Imunisasi Rutin

13 January
14:54 2018
0 Votes (0)

KBRN, Bandung : Upaya bersama lintas sektor sangat dibutuhkan untuk dapat menyelesaikan kasus kejadian luar biasa (KLB) Difteri yang mengemuka di pertengahan Desember 2017.

Salah satunya, dengan mendukung pelaksanaan Outbreak Respons Immunizations (ORI) agar dapat menutup gap immunity di wilayah yang terjadi KLB Difteri. 

"Munculnya KLB Difteri sangat terkait dengan keberadaan immunity gap, yaitu kesenjangan atau kantong kosong kekebalan di kalangan penduduk pada suatu daerah," kata Menteri Kesehatan Prof.Dr. Nila Moeloek ketika bersama Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf mengunjungi produsen vaksin PT Bio Farma di kota Bandung, Sabtu (13/1/2018).

Kekosongan kekebalan lanjut Menteri,  terjadi akibat adanya akumulasi kelompok yang rentan terhadap Difteri, karena tidak mendapat imunisasi atau tidak lengkap imunisasinya.

ORI merupakan standard operating procedure apabila terjadi KLB penyakit yang sebenarnya bisa dicegah oleh imunisasi (PD3I), dalam hal ini Difteri. ORI dilaksanakan langsung bila ditemukan penderita Difteri oleh Puskesmas. Sasarannya  adalah anak berusia usia 1 s.d 19 tahun

ORI bertujuan untuk meningkatkan kekebalan masyarakat dengan menutup immunity gap sehingga diharapkan dapat memutus mata rantai penularan. Karena itu, ORI Difteri sebanyak tiga putaran perlu dilakukan untuk membentuk kekebalan tubuh dari bakteri corynebacterium diphteriae. 

"Pemerintah menjamin ketersediaan vaksin difteri, baik untuk kegiatan ORI maupun imunisasi rutin," katanya.

Menurut Menteri Kesehatan Nila Moeloek,  selama tahun 2017 KLB Difteri terjadi di 170 kabupaten/kota dan di 30 provinsi, dengan  954 kasus mengakibatkan 44 penderita meninggal. 

Sedangkan pada tahun 2018 hingga 9 Januari 2018,  terdapat 14 laporan kasus  dari 11 kab/kota di 4 propinsi (DKI, Banten, Jabar dan Lampung), namun tidak ada  yang meninggal.

"Dari 170 kabupaten/ kota KLB Difteri, 85 diantaranya sudah tidak melaporkan kasus baru. Itu artinya KLB di 85 Kabupaten Kota tersebut berakhir," tuturnya.

Plt Direktur Utama PT Bio Farma Juliman mengatakan,  vaksin yang digunakan pada ORI dan program imunisasi nasional, terjamin kualitas, keamanan, khasiat dan mutunya.

"Kami menjamin kualitas vaksin untuk ORI dan program imunisasi nasional, karena telah melalui pengujian serta  mendapatkan izin dari Badan POM dan pengakuan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), ujarnya.

Saat ini produk vaksin Bio Farma sudah digunakan oleh lebih dari 130 negara, termasuk diantaranya 50 negara Islam.

Ia menambahkan, vaksin dengan kandungan difteri yang diproduksi Biofarma terdiri dari  Vaksin DTP-HB-Hib  diberikan untuk anak usia 1-5 tahun,  Vaksin DT untuk usia 5-7 tahun; dan Vaksin Td untuk usia diatas 7 tahun. (ID/AA)


tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00