• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Komisi III DPR RI Dukung Petisi Tolak Pembukaan Tambang Batu Bara di HST

12 January
18:53 2018
9 Votes (4.6)

KBRN, Banjarmasin : Pimpinan Komisi III DPR, Desmond J Mahesa dukung masyarakat Hulu Sungai Tengah untuk menolak ekplorasi pertambangan batu bara di daerah mereka.

Ketua Komisi III  DPR RI Desmond J Mahesa, saat dimintai pandangannya terkait penolakan sebagian masyarakat Hulu Sungai Tengah ,Kalimantan Selatan Perjanjian Karya Pengusahaan Batu Bara (PKP2B) yang diterbitkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Hal ini tertuang dalam Surat Keputusan keputusan bernomor 441.K/30/DJB/2017 tentang Penyesuaian Tahap Kegiatan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) PT Mantimin Coal Mining (MCM), tertanggal 4 Desember 2017.

Menurutnya, masyarakat di Hulu Sungai Tengah (HST) harus bersatu dan mengajukan petisi penolakan terhadap izin membuka lahan tambang batu bara di daerah mereka tersebut.

“Pemberian izin untuk membuka lahan tambang batu bara di HST, itu adalah kebijakan yang tidak tepat,” tegas Desmond, Jumat (12/1/2018).

Selanjutnya Ketua Komisi III DPR RI yang berasal dari Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar ini juga menyatakan,kalau terjadi pembukaan lahan batu bara di HST dilakukan, maka kedepannya akan menjadi problem bagi masyarakat HST. Untuk itu perlu kesadaran semua pihak agar batu bara yang ada di HST jangan dibuka.

“Tidak mungkin pemerintah Pusat menetapkan sesuka mereka, kalau gubernur dan bupati didaerah tidak setuju, dalam hal ini bohong kalau gubernur tidak tahu,” tegasnya.

Pada kesempatan ini Desmond J Mahesa juga menyatakan,bahwa kalau bicara hukum hal tersebut tidak bisa dibatalkan, tetapi gubernur bisa memberikan pengertian kepada pemerintah pusat dan didukung oleh masyarakat Kalimantan selatan.

Saat ini ribuan masyarakat di Kalimantan Selatan telah menandatangani tangani petisi pembukaan lahan tambang batu bara di kawasan Pegunungan Meratus di Hulu Sungai Tengah. Petisi penolakan ini disebarkan melalui berbagai jejaring sosial dan cepat mendapat respon masyarakat. (SA/AA)


 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00