• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Johan Budi: Lontaran Kalimat 2 Menteri telah Lalui Prosedur

11 January
18:20 2018
1 Votes (1)

KBRN, Jakarta : Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Publik Johan Budi Saptopribowo mengatakan kalimat-kalimat yang terlontar antar dua menteri tentang penenggelaman kapal sudah melalui prosedur. Johan meminta publik tidak membesar-besarkan kalimat yang telah terlontar antar kedua belah pihak itu guna menghindari kesalahpahaman.

"Dalam ratas diperintahkan pada menko-menko untuk kordinasikan itu, jadi statemen pak Luhut lahir dari ratas kemudian ada rapat dibawah kordinasi maritim ini sangat prosedural, bukan statemen sembarangan pak Luhut karena memang ada rapat, evaluasi dan presiden juga mengingatkan," kata Johan dalam wawancara bersama RRI di Jakarta, Kamis (11/1/2017).

Meski demikian Johan berharap kebijakan penenggelaman kapal oleh menteri kelautan dan perikanan Susi Pudjiastuti juga dibarengi oleh peningkatan nilai ekspor ikan Indonesia. Kata Johan sejak seringnya Susi melakukan kebijakan itu, ekspor ikan ditanah air menurun.

"Kebijakan penenggelaman kapal tidak salah itu benar, bahwa dengan itu illegal fishing turun drastis, ada prestasi yang dibanggakan namun tidak cukup dengan itu, Presiden minta efek yang lebih baik lagi, data yang ada di Presiden, peningkatan ekspor ikan menurun jadi semestinya ekspor juga meningkat," tambah Johan.

Sebelumnya dua menteri di kabinet Kerja Presiden Joko Widodo, Susi Pudjiastuti dan Luhut Binsar Pandjaitan saling berbalas kalimat terkait penenggelaman kapal yang melakukan illegal fishing di perairan Indonesia.

Menko Luhut dalam rakor dengan menteri di bawah koordinasinya pada (8/1/2018)menginstruksikan agar KKP tidak lagi melakukan kebijakan penenggelaman kapal pencuri ikan. Menurutnya saat ini pemerintah harus fokus bagaimana meningkatkan produksi ikan tangkap. Dia menuturkan, sesuai arahan Presiden Jokowi, investasi di sektor perikanan dapat dilakukan dengan memperhatikan tiga syarat, yakni harus menggunakan teknologi ramah lingkungan, mempekerjakan tenaga kerja setempat dan harus dapat bergerak dari hulu ke hilir serta dilakukan transfer teknologi. 

Sementara, Susi Pudjiastuti belum menunjukkan tanda-tanda akan mengikuti instruksi Luhut. Di akun Twitter miliknya, Susi me-retweet berbagai kicauan yang intinya mendukung kebijakannya tersebut. 

Awalnya di mengatakan, penenggelaman kapal pencuri sudah berdasarkan UU Nomor 45 Tahun 2009 Tentang Perikanan. Selain itu, tindakan penenggalaman kapal juga diambil tidak semena-mena. "Penenggelaman kapal dilaksanakan atau dieksekusi setelah ada putusan hukum dari pengadilan negeri. Bukan kemauan pribadi atau menteri," cuit Susi lewat akun @susipudjiastuti. (LS/AA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00