• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ruang Publik

Kodim 0619/Purwakarta Gelar Sosialisasi Citarum Harum kepada Masyarakat

10 January
08:15 2018
0 Votes (0)

KBRN, Purwakarta : Sejumlah masyarakat yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum wilayah Kodim 0619/Purwakarta mengikuti sosialisasi Budidaya Ayam dan Bebek  yang digelar oleh PT Perkasa Genetika. Sosialisasi tersebut tentang keunggulan budidaya bebek hibrida.

Sosialisasi bertempat dikantor Desa Cilegong Kecamatan Jatiluhur Kabupaten Jawa Barat dipimpin langsung oleh tim satgas DAS Citarum Harum Kol Inf Imam Firdaus.

Dalam sambutannya, Dandim 0619/Purwakarta Letkol Inf Ari Maulana yang diwakili oleh Pasi ter Kodim 0619 Kapt Arm Amarudin menyebutkan acara sosialisasi diberikan kepada masyarakat yang berada di Daerah Aliran Sungai Citarum  serta masyarakat yang merupakan petani keramba jaring apung.

"Sengaja kami mengundang masyarakat yang tinggal disekitar DAS Citarum wilayah  Kodim Purwakarta.Selain itu juga masyarakat yang mata pencahariannya sebagai pembudidaya ikan di KJA," ujar Amarudin di Purwakarta, Kamis (10/1/2018).

Sementara itu, menurut Tim satgas DAS Citarum Kolonel (Inf) Iman Firdaus, khusus untuk Keramba Jaring Apung (KJA) di Waduk Jatiluhur Purwakarta, sesuai dengan SK Bupati bahwa tahun 2018 ini tidak ada lagi kegiatan KJA, bahkan penertiban KJA sudah dilakukan sejak tahun 2016 lalu.

"Kami sudah meminta kepada Kementerian untuk  program citarum Harum,bahkan untuk para petani KJA pun sudah kami pikirkan solusi apa yang akan mereka kerjakan setelah tidak ada KJA," kata Imam.

Hal senada diungkapkan Danramil 1905/Jatiluhur Purwakarta, Kapten (Arm) Sudarsono, yang menyebutkan bahwa Situ Cisanti merupakan Titik Nol sungai Citarum yang menjadi sumber air bagi Kabupaten dan kota lain di Jawa Barat. Sumber air dari Citarum dimanfaatkan untuk mengairi ribuan hektar lahan pertanian, termasuk sumber listrik bagi industri dan puluhan kota/kabupaten.

"Sumber air ini sangat bermanfaat bagi keberlangsungan pertanian, termasuk industri dan kebutuhan listrik," tegas Sudarsono.

Menurut Sudarsono, permasalahan Citarum ada tiga, yaitu di hulu, di tengah dan di hilir. Permasalahan di hulu seperti adanya penebangan hutan, sementara permasalahan di tengah yaitu pendangkalan korosi dan pencemaran air limbah yang disebabkan pencemaran limbah pabrik, kotoran hewan dan manusia, serta pencemaran dari sisa pakan ikan.

"Kalau permasalahan di hilir adalah adanya ekploitasi tanah atau pendangkalan yang dilakukan oleh pihak industri maupun oleh masyarakat setempat, seperti membuang sampah atau limbah yang dapat mempengaruhi kadar air dan aliran sungai," pungkasnya. (Esa/HF)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00