• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Menkop UKM Hibahkan Gedung PLUT KUMKM ke Pemkab Subang

7 December
22:53 2017
1 Votes (5)

KBRN, Subang : Pemerintah pusat telah menggulirkan beragam program pinjaman modal, guna mendorong pertumbuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Sementara dana yang disiapkan Pemerintah itu, terus ditambah, dan bunganya diturunkan setiap tahunnya, seperti untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan tahun 2018 disiapkan antara Rp120 sampai dengan Rp130 triliun, dengan bunga diturunkan menjadi 7 persen.

Hal itu diungkapkan, Deputi Restrukturisasi Bidang Usaha, Kemenkop, Kadir Damanik disela-sela pembukaan " Plut Subang Expo 2017, dengan menggelar produk dan expo pembiyaan Koperasi usaha Mikro Kecil dan Menengah di Gedung Plut Subang, Kamis (7/12/2017). 

"Tahun ini dana KUR yang disiapkan sebesar Rp110 triliun. Jadi dana KUR terus ditambah, awal peluncuran Rp20 triliun ketika itu bunganya 23 persen. Nilai bunga terus diturunnya menjadi 22 persen, lalu 12 persen, dan tahun terakhir 9 persen. Tahun depan jadi 7 persen dengan nilai dana KUR yang disiapkan Rp120 hingga Rp130 triliun. Harapannya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat," kata Kadir kepada Radio Republik IndonesiaKamis (7/11/2017).

Ia menambahkan, selain KUR telah diluncurkan pula program ultra mikro, maksimal pinjamannya sebesar Rp10 juta. Nilai dananya dialokasikan Rp1,5 triliun, dikelola oleh pusat investasi pemerintah. Sejauh ini dana yang disalurkan ke koperasi usaha simpan pinjam baru 5 koperasi dengan nilai kredit sebesar Rp106 miliar. 

"Kami harap melalui bantuan konsultan di plut, Saya harap di Subang bisa menyerap anggaran ini," imbuhnya.

Lebih lanjut, Kadir menyatakan program lainnya yaitu Lembaga Pengelola Dana bergulir tahun ini disiapkan sebesar Rp1.5 Triliun, dan bunga kreditnya rendah. Peruntukannya bagi usaha simpan pinjam sebesar 7 persen pertahun menurun. Sedangkan bagi sektor riil bunganya hanya 4,5 persen per tahun.

"Tahun ini agak lamban penyalurannya karena sistem dan perubah managemen sedang konsolidasi," jelas Kadir.

Ia menyatakan, Plut di Subang didirikan tahun 2013, dan ketika itu menjadi satu dari 27 plut yang ada di Indonesia. Saat ini gedung plut Subang ini dihibahkan dari pusat menjadi milik Pemkab Subang. Namun diingatkan agar gedung dirawat dan dimanfaatkaan bagi pemberdayaan Koperasi dan UMKM. 

"Pak Mentri mewanti-wanti, afargedung ini jangan sampai dialih fungsikan ke bidang lain, soalnya ada kejadian didaerah lain, setelah dihibahkan malah sesukanya dijadikan Kantor akhirnya jadi temuan BPK. Dari 51 plut yang dibangun, baru 40 yang sudah diserahterimakan berita acara hibahnya," tandas Kadir. (RE/HF)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00