• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Ketua YCCP: Penentuan Kampung KB Harus Realistis

7 December
18:40 2017
0 Votes (0)

KBRN, Pontianak : Jika dilihat dari sisi keinginan program satu Kecamatan satu kampung KB dipandang masih kurang. Namun hal ini hendaknya harus realistis apakah tenaga yang ada cukup untuk memberikan asistensi agar kampung KB dapat berjalan atau tidak.

Ketua Yayasan Cipta Cara Padu (YCCP), Sugiri Syarif di sela-sela sesi Pengembangan Rencana Kerja Keberlanjutan Program dalam Lokakarya Nasional Pembelajaran dan Keberlanjutan Advokasi Revitalisasi Program KB Tahun 2017 di Pontianak, Kamis (7/12/2017) mengatakan, jika hanya sekedar mendirikan kampung KB saja tentu tidak sulit, tetapi yang penting bukan itu, namun  kampung KB itu berjalan untuk dapat mengembangkan  kegiatan pembangunan di desanya dengan sebaik-baiknya.

Sugiri Syarif menegaskan bahwa hal itu harus didorong agar jalan yang dibantu oleh Daerah Kerja Popinsi (PWG) maupun Kelompok Kerja Daerah (DWG), sehingga tergantung sesuai PWG atau DWG memberikan asistensi, jika mampu satu kecamatan 10 kampung KB tentu akan jauh lebih baik. Intinya jangan sampai hanya mengacu  dan mengukuti target dari pusat, yaitu  satu kecamatan satu kampung KB, tetapi berapa yang dapat dibangun.

“Ya, itu kan yang bisa menilai mereka sendiri, kita tinggal menunjukkan kepada mereka  , ini lo kelemahan kamu apa kemudian kelebihan kamu apa, sehingga berdasarkan kelibihan dan kelemahan itu mestinya targetnya jangan satu misalnya lima. Atau satu aja kamu berat maka konsentrasi satu saja. Karena kita sering karena didorong oleh atas harus dilaksanakan, tetapi kita tidak mampu sebetulnya, akhirnya gagal,” tegasnya.

Mantan Kepala BKKBN ini menekankan hal itu karena masing-masing kecamatan di Indonesia memiliki karakteristik dan orang-orang yang berbeda, sehingga pasti ada kesulitan-kesulitan dan perbedaan tersendiri dari masing-masing kecamatan dan desa. Hanya saja karena DWG itu terdiri dari orang-orang setempat, sudah pasti tahu karakteristik di desa maupun kecamatannya. Sementara YCCP hanya berperan memfasilitasi agar DWG berfikir dan bergera. (Hmt/HF)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00