• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Indonesia Kecam Pemindahan Ibukota Israel ke Jerussalem

7 December
11:35 2017
0 Votes (0)

KBRN, Bogor: Indonesia buka suara atas keputusan sepihak Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengenai pemindahan Ibukota Israel ke Jerussalem. Presiden Joko Widodo dalam konferensi pers di Istana Jepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (7/12/2017) mengatakan, bahwa Indonesia mengecam keras pengakuan sepihak AS tersebut.
"Indonesia mengecam keras pengakuan sepihak Amerika Serikat terhadap Jerusalem sebagai ibukota Israel dan meminta AS mempertimbangkan kembali keputusan tersebut," jelas Jokowi. 

Presiden Jokowi berujar, apa yang dilakukan Presiden Trump terkait keputusan sepihaknya itu telah melanggar aturan Dewan Keamanan Perseikatan Bangsa-Bangsa, dimana AS menjadi anggota. Jokowi mengatakan, keputusan kontroversial itu dapat mengancam stabilitas keamanan dunia. 

"Pengakuan tersebut melanggar DK PBB yang Amerika serikat jadi anggotanya. Ini bisa mengancam stabilitas keamanan dunia," ucapnya.

Presiden Jokowi yang sejak awal selalu konsisten dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina, menyatakan sikap Indonesia tetap mendukung kemerdekaan Palestina. 

"Saya dan rakyat Indonesia kita semua tetap konsisten bersama rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdemaan dan haknya sesuai uud 1945," tegas Jokowi. 

Jokowi pun menyatakan, bahwa pemerintahannya akan berupaya untuk berkomunikasi dengan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk segera menyikapi keputusan AS tersebut. Jokowi menuturkan, OKI perlu segera melaksanakan Sidang Khusus dan memi ta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar segera melaksanakan sidang.

"Dalam beberapa hari ini pemerintah telah berkomunikasi dengan negara negara oki agar oki segera melaksanakan sidang khusus atas pengakuan sepihak ini pada kesempatan pertama. Dan meminta PBB segera bersidang serta menyikapi pengakuan sepihak AS." Ujarnya. 

Jika tidak ada halangan, OKI akan bersidang pada pertengahan Desember ini.

"Kurang lebuh tanggal 13 Desember ini, karena kita sudah hubungi hampir semua negara Islam," jelas Jokowi kepada wartawan. 

Selain itu, ia juga akan mengutus Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi agar segera memanggil Duta Besar Amerika Serikat di Indonesia guna menyampaikan sikap tegas dari Indonesia.

"Saya perintahkan Menlu untuk memanggil Dubes AS untuk langsung menyampaikan sikap pemerintah Indonesia," pungkasnya. (PR/Foto : ISTIMEWA/AKS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00