• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Bertemu dengan Menhan Vietnam, Menhan Ryamizard: Untuk Jaga Perdamaian di Kawasan Asean

13 October
14:51 2017
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu mengatakan kunjungan kehormatan Menhan Vietnam, H E Jenderal Ngo Xuan Lich adalah untuk meningkatkan kapasitas keamanan dikedua negara. Menurut Ryamizard Indonesia dan Vietnam memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan perdamaian di kawasan ASEAN.

"Peningkatan kapasitas untuk kedua negara, karena kedua negara memiliki peran dalam mendorong terciptanya perdamaian di wilayah kawasan," ujar Ryamizard dalam pertemuan Bilateral dan penandatanganan Joint Vision dengan Menhan Vietnam di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Jumat (13/10/2017).

Kunjungan kehormatan Menhan Vietnam didahului dengan penerimaan secara militer melalui Upacara Jajar Kehormatan oleh Menhan RI didampingi beberapa pejabat Kemhan RI.

Selanjutnya, kedua pihak melakukan pertemuan bilateral membahas upaya peningkatan kerja sama pertahanan antara kedua negara yang selama ini sudah terjalin baik.

Kunjungan Menhan Vietnam itu dalam rangka meningkatkan hubungan kerja sama di bidang pertahanan antara kedua negara, sekaligus juga merupakan kunjungan balasan atas kunjungan Menhan RI ke Vietnam pada bulan Agustus tahun 2016 yang lalu.

Ryamizard menambahkan, perkembangan geopolitik internasional saat ini begitu kompleks, dan tantangannya semakin dinamis dan kompleks yang berevolusi menjadi ancaman multidimensional. Namun, dengan adanya kerja sama kedua negara ancaman itu dapat diatasi secara bersama.

Menhan Ryamizard menyebutkan, ada dua ancaman, yakni ancaman belum nyata dan ancaman nyata.

Ancaman belum nyata adalah berupa perang terbuka, yang diprediksi sangat kecil kemungkinannya untuk terjadi. Ancaman kedua, adalah ancaman yang sedang dihadapi saat ini dan bisa terjadi di masa mendatang, seperti terorisme, radikalisme, sparatisme, pemberontakan, bencana alam, pelanggaran wilayah, perompakan, pencurian sumber daya alam, penyalahgunaan narkoba, serta perang siber.

Oleh karena itu, Menhan berharap agar kedua negara dapat secara bersama mengatasi segala ancaman yang ada. Beberapa hal dibahas dalam pertemuan bilateral tersebut antara lain mengenai kegiatan Forum Dialog Strategis Pertahanan dan Angkatan Bersenjata, kerja sama bidang pendidikan dan latihan, kerja sama bidang Peace-Keeping Operation dan juga penjajakan kerja sama di bidang industri pertahanan.

Kedua pihak sepakat mendukung terselenggaranya dialog strategis pertahanan dalam format Defence Policy Dialogue (DPD) dan juga melanjutkan Joint Working Group (JWG) pada tingkat Angkatan Bersenjata.

Melalui forum DPD yang akan dilaksanakan pada tahun 2018, kedua pihak dapat duduk bersama untuk merencanakan program-program kerja sama pertahanan yang dapat direalisasikan di masa mendatang. (Adi/LS/AKS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00