• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ruang Publik

Ini Keutamaan dan Barokah Kalimat Basmalah

13 October
10:01 2017
1 Votes (5)

KBRN, Situbondo : Ribuan jemaah istigosah malam jumat manis memenuhi Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur, Kamis (13/10/2017) malam.

Kiai muda kharismatik KHR Azaim Ibrahimy alam ceramahnya pada istigosah tersebut menjelaskan barokah yang terkandung dalam kalimat Basmalah (Bismillahirrahmanirrahiim).  

“Masih tersisa semangat tahun baru Hijriyah, tahun baru Islam. Maka di kesempatan ini kita harus terus menjaga semangat dengan memperbaharui amal sholeh, niat baik dan kualitas ketakawaan, salah satunya dengan membaca dzikir Basmalah,” kata Kiai mengawali ceramah.

Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo ini mengulas ketika pertama kali diturunkannya Basmalah dari Lauh Mahfuzh (tempat Allah menuliskan seluruh skenario alam semesta) menuju alam semesta. Terlihat ada cahaya yang sangat menakjubkan, setiap makhluk yang menyaksikan akan takjub.

Ketika Basmalah diturunkan awan yang hitam berarak menuju arah timur, angin ketika itu diam tidak berhembus, lautan tidak bergelombang, binatang tak bersuara diam terhenyak, seluruh makhluk yang memiliki telinga mendengarkan dan menyimak ketika turunnya Basmalah. Bahkan setan ketika itu terbakar, terlempar oleh kobaran api sebagai tanda terlaknat.

“Saat itulah Allah SWT bersumpah, dengan nama-Nya, dengan nama kemuliaan-Nya, dengan nama keagungan-Nya. Allah bersumpah tidak akan pernah disebut nama-Nya atas segala sesuatu yang ada kecuali semua menjadi barokah."

"Ini artinya, ketika kita membaca bismillah ke air maka airnya barokah, ketika kita melangkah bekerja, pekerjaan kita barokah, ketika kita mau melakukan seluruh aktivitas diawali dengan Bismillah, maka segala aktivitas kita menjadi barokah,” tuturnya.

Cucu Pahlwan Nasional KHR As’ad Syamsul Arifin ini mengatakan, ditinjau dari sisi huruf yang membentuk kalimat Basmalah berjumlah 19 huruf. Dalam ilmu Matematika, angka 19 termasuk dalam bilangan prima. Prima adalah sesuatu yang stabil, kuat dan kokoh. Tidak ada satupun yang mampu mengurangi jumlah huruf dalam kalimat Basmalah.

“Ada penelitiah bahwa Alquran, termasuk Basmalah yang berjumlah 19 huruf, adalah alat untuk menjaga agar tidak bisa diubah oleh siapapun. Ini ada rumusan matematikanya, jadi kalau misalkan ada orang mau mengubah Bismillah dengan dikurangi satu huruf, akan ketahuan. Ini proteksi Alquran dari upaya pemalsuan. proteksi Alquran ini lebih canggih daripadi proteksi ilmu komputer,” katanya.

Huruf Basmalah yang berjumlah 19 tersebut merupakan jumlah Malaikat Zabaniyah. Malaikat yang berkarakter keras, malaikat yang menyiksa orang-orang yang masuk dalam perut neraka. Maka siapa yang membaca kalimat Basmalah,  niscaya Allah akan menjadikan 19 huruf Basmalah sebagai benteng untuk terhindar dari siksa malaikat zabaniyah.

“Inilah barokahnya Bismillahirrahmanirrahim. Apapun yang kita lakukan dengan membaca Bismillah akan menjadi barokah,” ujarnya.

Nabi-nabi terdahulu, seperti Nabi Adam, takjub saat diperlihatkan oleh Allah SWT kalimat Basmalah, yang mampu membuat langit berdiri, bumi tegak, gunung-gunung, sungai, udara, seluruh isi alam semesta teratur karena adanya kalimat Basmalah.

Pun di zaman Nabi Nuh, ketika mengalami banjir besar dan yang selamat hanya sekitar 40 orang berikut seluruh jenis binatang berpasangan jantan dan betina. Surutnya banjir dan terdamparnya kapal Nabi Nuh karena barokahnya bacaan Basmalah.

“Nabi Nuh saat itu membaca Bismillahi wamajroha wamursaha, yang artinya, dengan menyebut nama Allah disaat berlayar dan berlabuhnya. Tapi nabi Nuh yang baca, bukan Pak Nuh,” katanya sembari menghibur jemaah.

Membaca Basmalah harus penuh keyakinan agar bisa memperoleh barokahnya. Jika tidak mempunyai jiwa dan keyakinan seperti para Nabi ketika membacanya, minimal meniru cara nabi dalam membaca Basmalah, pasti mendapat barokah Bismillah.  

“Ketika ada seseorang yang protes karena tidak mempan dengan Bismillah. Bukan Bismillahnya yang tidak mempan, tetapi yang membacanya yang tidak mempan, kenapa? karena kurang yakin, tetapi kalau yang membaca adalah para Sholihin, ‘Arifin, Auliya’, Syuhada’ ataupun Shiddiqin, ini mendekati dari Bismillahnya para Nabi,” terang alumni Ma’had Sayyid Muhammad Alawi Almaliki, Rusyaifah Makkah ini. (DA/DS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00