• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya

Masyarakat Adat Wilayah Saireri-Papua Nobatkan Danrem 173/PVB Sebagai "Man Waren Saireri"

7 October
18:41 2017
0 Votes (0)

KBRN, Biak : Komandan Korem 173/PVB Brigjen TNI I Nyoman Cantiasa, dinobatkan sebagai “Man Waren Saireri” atau Panglima Penjaga Wilayah Adat Saireri oleh masyakat adat yang tersebar di wilayah Saireri, Provinis Papua yang terdiri dari Kabupaten Biak Numfor, Supiori, Kepulauan Yapen, Waropen, Nabire dan Mamberamo Raya.

Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kepulauan Yapen Philips Wona  mengatakan, penobatan sebagai Panglima Penjaga Wilayah Adat Saireri, perdana dilakukan berdasarkan aspirasi dan harapan masyarat di 5 Kabupaten di wilayah adat Saireri.

“Dasar pemikiran kami karena Danrem memiliki wilayah teritorial di wilayah Saireri, Me Pago dan La Pago sehingga kami masyarakat adat kenapa ingin khususnya di wilayah Saireri aman, aman dari gangguan dari dalam dan luar jadi kami berikan mandat dan kukuhkan beliau menjadi Man Waren yang dalam bahasa Biak artinya orang yang selalu terjaga, baik siang maupun malam selalu siap menjaga dan melihat seluruh masyarakat di wilayah adat Saireri dari sisi keamanan, ketertiban hingga ekonomi kesejahteraan,” ujar Philips Wona di gedung wanita Biak, Sabtu (7/10/2017).

“Danrem juga memiliki hak  untuk berkoordinasi dengan pemerintah, baik pemda di wilyah Sireri, pemerintah Provinsi Papua maupun pemerintah pusat, jadi suara masyakarat adat, kami salurkan melalui Panglima Wilayah Adat untuk nantinya memperjuangkan hak masyarakat,” tambahnya.

Sementara Danrem 173/PVB Brigjen TNI I Nyoman Cantiasa mengungkapkan, penobatan dirinya tersebut berasal dari masyarakat yang melihat dan merasakan keberadaan prajurit khususnya di wilayah adat Saereri yang turut bersama membangun daerah masing-masing.

“Saya mengucapkan terimakasih atas kepercayaan menjadikan saya  sebagai Panglima  Penjaga Wilayah Adat Saireri dengan gelar Man Waren,dan ini gelar sebagai penguasa yang memiliki hati,damai dan penguasaan yang baik,dan kami ditunjuk menjadi Panglima ini juga berdasarkan laporan dari para Dandim, “bottom up” dari masyarakat yang melihat TNI khususnya dari babinsa, Koramil, Kodim, Korem yang begitu tulus dan ikhlas melaksanakan kegiatan pembinaan kewilayahan, jadi  memimpin di wilayah 173PVB, baik di wilayah rawan konflikpun tetap dengan hati, karena semua adalah warga negara Indonesia,” ujar Danrem.

Penobatan Danrem 173 PVB ditandai dengan pemasangan simbol adat, berupa pakaian adat dan senjata adat yaitu  parang dan tombak khas wilayah adat Saereri. Selain itu pembacaan aspirasi dan pernyataan sikap masyarakat adat wilayah adat saereri yang ditandatangani oleh masing-masing Ketua Lembaga Masyarakat Adat dan Dewan Adat

Hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Supiori, Ketua DPRD Biak Numfor, unsure Forkopimda, Pimpinan TNI Polri di Biak dan Supiori,Dandim di wilayah Korem 173/PVB, pejabat utama Korem, tokoh Adat dan tokoh masyarakat. (OP/WDA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00