• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Ini Hasil Survei LKPI Terkait Pilgub Jateng 2018

30 September
12:02 2017
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) kembali menggelar survei untuk menyambut Pilgub Jawa Tengah (Jateng) yang akan berlangsung tahun 2018 nanti. 

Direktur Eksekutif LKPI, Arifin Nur Cahyono mengatakan bahwa survei yang bertema "Layakkah Ganjar Pranowo Kembali Memimpin Jawa Tengah dan Siapa Tokoh yang Bisa Menyaingi Ganjar Pranowo" ini berlangsung dari tanggal 13 September sampai dengan 23 September 2017.

"Survei ini bertujuan untuk memotret suara warga Jawa Tengah terhadap kinerja pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan arah pilihan masyarakat Jawa Tengah untuk tokoh yang layak memimpin Jawa Tengah,"  kata Arifin dalam keterangannya, Sabtu (30/9/2017).

Lebih, Airifin mengatakan, survei dilakukan di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah dengan mengunakan sample sebanyak 1.420 responden dari total populasi pemilih sebanyak 28 juta jiwa. 

Mereka adalah orang-orang yang memiliki KTP Jawa Tengah dan memiliki hak pilih pada saat Pilgub digelar nanti. Semuanya tersebar 573 kecamatan di Jawa Tengah. 

Hasilnya tingkat popularitas Ganjar Pranowo masih berada di peringkat paling atas dengan 78,8 persen. 

Disusul kemudian oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono sebesar 67,3 persen, Bupati Kudus Musthofa 66,2 persen, Walikota Semarang Hendrar Prihadi 67,2 persen, Ketua DPRD Jateng Rukma Setiabudi 66,2 persen, mantan menteri ESDM Sudirman Said  51,2 persen, politisi PKB yang juga mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia Marwan Jaffar 66,2 persen. 

"Serta Ketua DPC PDIP Sukoharjo Wardoyo Wijaya sebesar 62,3 persen," imbuhnya.

LKPI juga mencari tahu soal tingkat kepuasan masyarakat Jawa Tengah terhadap kinerja Gubernur Ganjar Pranowo. Arifin bilang hasil surveinya menunjukkan bahwa kinerja politisi PDI Perjuangan itu sangat rendah. 

"Hal itu berdasar tergambar dari hasil jawaban responden terkait tingkat kepuasan yang hanya mencapai angka 22,5 persen. Sementara, tingkat ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja Gubernur Ganjar lebih tinggi, sebesar 55,3 persen. Sisanya 22,2 persen tidak memberikan pendapat," bebernya.

Dikatakan, ketidakpuasan masyarakat Jawa Tengah terhadap kepemimpinan Ganjar Pranomo meliputi beberapa aspek. Yakni masih maraknya praktik korupsi, kolusi dan nepotisme.

Responden yang tidak puas dengan keadaan itu sebanyak 30,4 persen. Kemudian tak puas dengan ekonomi masyarakat 31,6 persen, pembangunan infrastruktur 6,4 persen, pelayanan kesehatan 12,1 persen, pendidikan yang terjangkau 9,2 persen dan ketidakmampuan akan pelayanan publik sebesar 9,3 persen.

Kinerja Ganjar Pranowo selama menjabat sebagai Gubernur Jateng dipandang Arifin akan menjadi pertimbangan bagi PDIP, partai-partai yang lain, dan masyarakat dalam memilih kembali dirinya sebagai gubernur 5 tahun ke depan. 

"Walaupun dari seluruh tokoh Ganjar Pranowo memiliki tingkat Elektabilitas tertinggi yaitu 18,6 persen, tapi masih dibawah 20 persen. Artinya bagi petahana merupakan modal politik yang buruk dan cenderung bisa kalah," urai Arifin.

Arifin menambahkan, yang akan menjadi pesaing dan bahkan berpeluang mengalahkan Ganjar adalah Waketum Gerindra, Ferry Juliantono yang meraih tingkat elektabilitas sebesar 16,9 persen. Angka 16,9 persen itu diprediksinya akan terus merangkak naik. Terlebih sebesar 13,5 persen masyarakat saat ini belum menentukan pilihannya.

"Hal ini tidak lepas dari terpaan ketokohan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang membuat pilihan kepada kader Gerindra yang akan diusung akan meningkat Elektabilitas nya," tambahnya.

"Ferry Juliantono sangat berpeluang besar menjadi pesaing berat bagi kader-kader PDIP seperti Ganjar Pranowo dan kader PDIP Lainnya jika diusung oleh PDIP maju sebagai calon Gubernur Jawa Tengah," lanjutnya.

Untuk itu, ujar Arifin, dapat saja Musthofa dengan tingkat elektabilitas 10,3 persen, Hendrar Pribadi 10,6 persen Lalu bupati Sukoharjo, Ketua DPC PDIP Sukoharjo Wardoyo Wijaya Sebesar 8,1 persen serta Rukma Setiabudi dengan elektabilitas sebanyak 7,3 persen menjadi pilihan PDIP Untuk diusung sebagai Cagub atau Cawagub dari PDIP. Pasalnya, mereka semua memiliki tingkat elektabilitas yang cukup bagus untuk pemula.

"Sebagai incumbent Ganjar Pranowo dinilai sebagai calon kuat yang akan kembali menjadi gubernur Jawa Tengah 5 tahun kedepan, namun melihat Elektabilitas Ganjar yang dibawah 20 persen,  Dan akan terjadi Persaingan internal yang  semakin dinamis dan berpotensi mengancam posisi incumbent untuk kembali didukung PDIP," imbuhnya.

Sementara, tandasnya, untuk Kader PKB Marwan Jaffar Bisa juga mengancam Ganjar Pranowo dengan tingkat elektabilitas sebanyak 7,9 persen, Yoyok Riyo Sudibyo 4,1 persen. Hal itu tidak berlaku bagi Sudirman Said karena hanya memperoleh 2,7 persen. 

"Pengambilan sampling Survei ini mengunakan metode multistage random sampling. Adapun data durvei didapat dari wawancara tatap muka antara  
Responden sebanyak 1420 orang dengan surveyor, serta pengisian kuisioner, sedangkan Margin of Errornya  +/- 2,6 persen Tingkat Kepercayaan 95 persen," tuntasnya. (Zvol/HF) 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00