• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Olahraga

Pecinta Bola Kecewa, PS Bengkulu Degradasi Liga III

14 September
15:48 2017
0 Votes (0)

KBRN, Bengkulu : Dalam kompetisi Liga II Zona II, Kesebelasan PS. Bengkulu harus mengakhiri musim kompetisi tahun 2017 ini, dengan catatan suram.

Dimana skuard dengan pelatih Maman Suryaman, terdegradasi ke Liga III Indonesia untuk musim kompetisi selanjutnya, setelah menempati peringkat ke enam Klasemen Zona II.

Salah satu mantan pemain, striker PS Bengkulu di Era Liga Dunhil, Dedi Ermansyah atau yang terkenal dipanggil Dedi Black menyatakan keprihatinan dan kekecewaanya.

Mengingat untuk memajukan sepak bola itu, tidak ujuk-ujuk tanpa persiapan yang matang, dan dibutuhkan dana yang besar.

“Saya selaku mantan pemain PS Bengkulu tentunya sangat kecewa, karena untuk memajukan sepakbola, harus melihat secara komprehensif persoalan yang ada. Kemudian tidak bisa membentuk sebuah tim itu ujuk-ujuk tanpa persiapan, dan dibutuhkan dana yang besar untuk memajukan sepak bola,” ujarnya, Kamis, (14/9/2017).

Dengan terdekradasinya PS Bengkulu ini, Dedi Black menyatakan, dibutuhkan koordinasi dan dukungan dari seluruh pihak, agar dapat mengembalikan kejayaan PS Bengkulu dimasa akan datang.

“Semestinya seluruh insan pencinta sepak bola bisa kumpul lagi. Lalu dicarikan solusi yang tepat baik lewat sistem pembinaan maupun kompetisi yang baik didaerah, agar mendapatkan satu tim sepak bola yang tangguh,” saran anggota DPRD Provinsi Bengkulu dari Dapil Kota ini.

Senada dengan itu, mantan pelatih PS Bengkulu M Nasir juga mengungkapkan prihatin atas wan prestasi yang ditorehkan PS Bengkulu pada musim ini. Pasalnya ini sebuah kemunduran dengan terdegradasi dan harus menjadi tanggung jawab para pengurus managemen PS Bengkulu.

“Kegagalan musim ini sangat parah, dimana kita harus kembali berjibaku musim depan di kompetisi rendah liga III,” ujarnya.

Lebih jauh dijelaskan Nasir, keberadaan PS Bengkulu yang berjulukan Tim Tobo Kito selama ditanganinya, promosi naik pada musim tahun 2009 ke divisi utama yang menjadi liga II saat ini dari divisi II.

Bahkan pada tahun 2015-2016 lalu, meskipun dengan dana yang minim serta materi pemain lokal, PS Bengkulu mampu bertahan di divisi utama.

“Dari awal saya katakan, kita banyak pemain lokal putra daerah yang mampu untuk membawa tim ini mengarungi kompetisi, dulu meskipun dengan anggaran yang minim, kami terbukti mampu mempertahankan setidaknya bertahan di divisi utama. Dulu kita butuh 13 tahun hingga akhirnya kembali naik promosi tahun 2009. Bahkan buktinya salah satu pemain lokal putra daerah Bengkulu seperti Rival Jender, tidak dimaksimalkan di PS Bengkulu, tapi sekarang berhasil menjadi pemain inti di Ciamis,” terangnya.

Kendati demikian Nasir berharap, agar seluruh pengurus dan managemen yang ada saat ini jangan lari dan harus mempertanggung jawabkannya kepada masyarakat Bengkulu.

“Kita minta pengurus PS Bengkulu yang sekarang, jangan lepas tangan. Musim depan mereka harus kembali mampu mengembalikan PS Bengkulu untuk promosi. Jangan hanya menghamburkan dana anggaran saja, tapi juga harus menunjukan prestasinya,” pintanya mengakhiri.(rep/AA)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00