• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Selamatkan Dana Eks PNPM-MP Senilai Rp 50 M DPMD Bondowoso Kumpulkan UPK

14 September
15:39 2017
0 Votes (0)

KBRN, Bondowoso: Demi menyelamatkan dana eks Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, mengumpulkan seluruh ketua Unit Pengelola Keuangan (UPK) eks PNPM-MP, di aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kamis (14/9/2017).

Hasilnya, terdapat dana sekitar Rp50 miliar yang tersebar hampir di seluruh kecamatan di Bondowoso. Angka tersebut akan bermanfaat jika diarahkan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat secara tepat dan benar.

“Kita ingin memastikan program eks PNPM bisa terselenggara dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat dan tentunya aset-aset itu akan kita selamatkan,” kata Sekertaris DPMD Asnawi Sabil.

Pertemuan tersebut dihadiri Kasi Datun Kejari Bondowoso, Anggidigdo dan Kasubag Evaluasi Pelaporan, Inspektorat, Miftahul Ulum. Keduanya memberikan penjelasan tentang mekanisme penagihan dana esk PNPM-MP yang ada di masyarakat.

“Kita sengaja mengundang semua UPK dan menghadirkan Kasi Datun dan Inspektorat, untuk mempunyai pemahaman yang sama berkenaan dengan program eks PNPM-MP,” ujarnya.

Asnawi Sabil mengaku belum mengetahui secara pasti jumlah dana yang tersendat meskipun data secara keseluruhan sudah diterimanya. Dan dalam waktu dekat, DPMD bersama inspektorat dan kejaksaan akan melakukan audit untuk mengetahui jumlah dana eks-PNPM-MP secara keseluruhan yang akan diselamatkan.

Ia juga belum mengetahui pengelolaan dana tersebut, karena hingga kini pemerintah pusat belum menerbitkan aturan terkait pengelolaan dana eks PNPM-MP.

“Yang terpenting kita selamatkan aset terlebih dulu, sambil menunggu aturan terkait dana eks PNPM-MP dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Sementara itu, ketua UPK Kecamatan Jambesari Darussholah, Prasetyo mengaku total dana eks PNPM-MP sebanyak Rp 2 miliar lebih, dengan rincian, saldo bank sebanyak Rp 640 juta dan jumlah piutang mencapai Rp 1,4 miliar.

“Dari total piutang, ada dana sekitar Rp600 juta yang macet di atas lima bulan,” katanya.

Ia berharap, kejaksaan ataupun inspektorat bisa membantunya untuk mengambilkan dana tersebut. Karena selama ini, ia merasa kewalahan berhadapan dengan masyarakat yang memiliki tanggungan dan belum juga melunasinya.

“Saya berharap kejaksaan bisa membantu kita memediasi untuk menagih uang PNPM yang ada di masyarakat,” ujarnya. (DA/AA) 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00