• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya

Pemutaran Film Setan Jawa Menutup Festival Gamelan di London

13 September
23:33 2017
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Kabar tentang antusiasme kuat masyarakat Inggris terhadap musik tradisional Indonesia, gamelan, tampaknya bukan hanya isapan jempol.

Ini terbukti dari luasnya sambutan mereka terhadap acara Festival Gamelan Internasional yang diselenggarakan di London pada 6-10 September 2017.

Pada setiap mata acara yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Republik Indonesia bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London itu para peserta selalu menyesaki ruangan yang tersedia.

Kemdikbud menggagas acara Festival Gamelan ini dengan tujuan untuk menelusuri lalu menuliskan sejarah awal mula keberadaan seni gamelan di Inggris Raya.

Agenda Festival dimulai dengan lokakarya menabuh aneka alat musik gamelan irama Yogyakarta.

Acara ini dilaksanakan di Southbank Royal Festival dan bertindak sebagai pelatih adalah Sunardi, seorang penggamel asal Yogya yang sudah banyak dikenal di kalangan seniman gamelan.

Selama dua hari, para peserta yang rata-rata sudah mahir bermain gamelan itu diberikan asupan roh baru untuk memainkan alat musik itu.

Sophie Ransby, manajer musik di Southbank menyatakan bahwa kehadiran pelatih gamelan dalam lokakarya ini sangat membantu para peserta untuk meningkatkan kemampuan bermain gamelan ke taraf yang lebih baik.

"Sehingga kita tidak merasa puas dengan kemampuan saat ini, padahal masih bisa lebih baik lagi, dengan arahan pelatih yang hebat", ujar Sophie yang fasih berbahasa Indonesia dan mahir memainkan rebab ini.

Suasana bertambah meriah ketika festival memasuki hari ketiga dan keempat.

Para maestro gamelan dari Yogyakarta hadir di School of Oriental and African Studies (SOAS), University of London untuk berbagi keterampilan dan bermain bersama para peserta. Kehadiran Rahayu Supanggah, Sumarsam, Al Suwardi, Suraji, Peni Candra Rini, dan kawan-kawan sungguh-sungguh menarik minat warga Inggris untuk hadir di festival.

Banyak peserta yang datang dari luar kota London, seperti Oxford, Bristol, Southampton, bahkan dari York. Nama-nama itu telah lama mereka kenal.

"Bisa bertemu dan bahkan bermain dengan mereka secara langsung, benar-benar merupakan kehormatan bagi kami para peminat musik gamelan di sini", ujar Isabelle Carre yang sudah 30 tahun bermain dan mengajarkan gamelan di Inggris.

Festival gamelan di SOAS juga menyelenggarakan diskusi mendalam tentang perfilman Indonesia dengan mengangambil topik Story across Media.

Bertindak sebagai panelis sutradara berkarakter Garin Nugroho, kritik film terkenal dari Inggris Tony Ryan, dan peneliti sejarah dan juga kurator dari Singapura Sadiah Boonstra.

Dalam diskusi panel itu terungkap bagaimana proses kreatif yang dilakukan Garin Nugroho dalam setiap film yang digarapnya.

"Membuat film bagaikan menanam benih. Jenis buah apa dengan rasa seperti apa yang ingin diraih, itu yang mesti jadi pedoman awalnya. Dan saya selalu ingin menanam jenis buah dengan cita rasa yang berbeda dari yang sudah ada", jelas Garin dalam diskusi itu.

Pada sambutan saat pagelaran di Festival Gamelan itu, Dubes RI untuk Kerajaan Inggris dan Irlandia, Dr Rizal Sukma menyatakan bahwa diplomasi yang diemban oleh Pemerintah Indonesia melalui KBRI London telah banyak dibantu oleh keberadaan program seni, budaya, dan pelajaran bahasa Indonesia yang ditawarkan oleh KBRI kepada publik Inggris.

Dengan demikian, pemahaman warga Inggris tentang Indonesia yang lebih baik muncul dari interaksi yang terjadi secara intensif melalui program seni dan budaya ini,”ungkap Rizal Sukma.

Pihaknyapun berharap program seperti gamelan dan seni budaya lainnya di KBRI bisa menjadi jembatan yang bisa menghubungkan kedua negara dalam jalinan kerja sama yang lebih baik lagi.

"Oleh karena itu, KBRI mengundang masyarakat Inggris untuk mengenal lebih banyak lagi seni dan budaya Indonesia khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya, melalui beragam program yang ada pada kami". tutur Dubes Rizal menutup sambutannya.

Dirjen Kebudayaan dari Kemendikbud, Hilmar Farid, mengatakan, bahwa festival gamelan di London merupakan pembuka rangkaian festival gamelan sedunia yang akan diadakan di Solo bulan Agustus 2018.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen Kebudayaan juga menyerahkan penghargaan Kemdikbud kepada tiga orang perintis seni gamelan di Inggris, yaitu Neil Sorrell, Alec Roth, dan Anne Hunt.

Mereka merupakan tokoh-tokoh yang ada di balik perkembangan musik gamelan di Inggris raya yang hingga ini telah memiliki lebih dari 100 kelompok pemusik gamelan itu.

Pertunjukan Setan Jawa dengan iringan gamelan telah menghipnotis para penonton untuk tetap hening dan tidak beranjak dari tempat duduknya.

Segmen demi segmen dalam film berpadu secara apik dengan setiap bunyi perangkat gamelan dan lantunan tembang para pesinden.

Di akhir pertunjukan, para penonton sontak berdiri sambil riuh bertepuk tangan berkepanjangan sebagai isyarat adanya kepuasan dan unjuk penghargaan karena telah disuguhi sebuah tontonan apik dan menarik yang belum pernah terjadi sebelumnya. (RM/Rillis/ARN) 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00