• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

Polda Jatim Berhasil Bongkar Kasus Traficking dengan Korban Anak Anak

13 September
22:40 2017
0 Votes (0)

KBRN, Surabaya: Subdit 1 Renata, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim, berhasil mengungkap kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) atau traficking. Dari kasus ini, polisi mengamankan dua tersangka inisial AS dan PFA, warga Surabaya. 

Kanit 1 Renata Ditreskrimsus Polda Jatim - Kompol Yasinta Mau menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi adanya penawaran korban yang masih dibawah umur melalui media sosial Line dan WA. Petugas kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap AS. 

"Dari hasil pemeriksaan, AS tidak bermain sendiri, ada beberapa jaringan. Ada 8 kelompok yamg ada di Surabaya, khususnya dengam korban anak anak," jelasnya, Rabu (13/9/2017).

Dari keterangan AS, kemudian berkembang dan petugas kembali mengamankan satu orang mucikari inisial AFP. Keduanya merupakan mitra, dalam menjajakan anak anak dibawah umur kepada pria hidung belang.

Dari dua tersangka ini, setelah dilakukan penangkapan, kemudiam dilanjutkan dengan penyidikan lebih dalam, kepada petugas, AS mengaku memiliki dua anak buah dengan usia 14 tahun dan 16 tahun. Sedangkan tersangka PFA memiliki anak buah ada sekitar 7 orang. 

"Bervariasi antara 14 tahun sampai 20 tahun. Tapi 20 tahun hanya satu, yang lainnya dibawah 18 tahun, masih anak anak," tambahnya. 

Modus operandi kedua tersangka dalamenawarkan para korban adalah, korban masuk kedalam jaringan mereka melalui Line atau WA, disitu mereka akan mengaplod nama dan foto calon calon korban. Sehingga pelanggan tinggal memilih korbannya. 

"Ketika calon pengguna meminta ke tersangka AS misalnya, kemudian stok tersangka habis, akan ditawarkan ke rekannya yang lain," paparnya. 

Anak anak dibawah umur ini ditawarkan dengan tarif antara Rp1 juta sampai Rp1,5 juta. Sedangkan tersangka mengambil keuntungan sebesar Rp200 ribu - Rp300 ribu setiap dapat pelanggan. (Anik/AKS) 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00