• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Terus Merugi, PD Rumah Potong Hewan Minta ke Pemkot Surabaya Suntikan Modal Puluhan Milyar

12 September
19:10 2017
0 Votes (0)

KBRN, Surabaya : Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan Pegirikan meminta suntikan modal pada Pemkot Surabaya setelah selama tiga tahun terus mengalami kerugian.

Dirut PD RPH, Teguh Prihandoko dalam rapat dengar pendapat di Komisi B DPRD Surabaya mengatakan, penambahan modal itu digunakan untuk revitalisasi rumah potong. Pasalnya, sejak tahun 1927  belum pernah direvitalisasi.

Teguh Prihandoko, mengatakan perusahaannya membutuhkan suntikan modal sekitar Rp 30 miliar. Dana itu akan digunakan untuk tiga item revitalisasi.

"Bangunan kami di rumah potong 30 persennya sudah tidak layak butuh sekali pembangunan ulang untuk revitalisasi. Baik yang di Kedurus maupun yang di Pegirikan," katanya, Selasa (12/9/2017).

Ia menyebutkan, kondisi alat dan juga tempat pemotongan hewan di perusahaannya sudah tidak layak pakai. Misalnya alat sudah lama, bangunan fisik sudah banyak yang hancur, selain itu kandang sapi dan hewan yang lain juga sudah tidak layak digunakan.

"Yang di Kedurus sudah hancur total. Kandangnya rusak. Selain itu di Kedurus, tempat air minum kandang hanya sepuluh meter dari sungau. Kalau air meluap sedikit saja kandang bisa banjir dan limbah kandang bisa masuk sungai dan bisa jadi pelanggaran hukum," kata Teguh.

Oleh sebab itu, pihaknya ingin agar RPH Pegirikan dan Kedurus bisa mendapatkan bantuan modal untuk revitalisasi. Sebab jika tidak selain akan terus menghabiskan dana untuk perbaikan juga membahayakan keselamatan pekerja.

Selain itu, Teguh menyebutkan bahwa pihaknya juga butuh modal tersebut untuk membangun instalasi pengolahan air limbah. Sebab, saat ini IPAL yang ada di RPH hanya sederhana saja, tidak sampai mengolah rumen dan kotoran limbah pemotongan hewan.

"Setiap hari kami harus membawa limbah pemotongan hewan sampai 7 ton per hari ke TPA Benowo. Kalau saja ada pengolahan tentu biaya pengiriman ke TPA yang mencapai Rp 5 ratus juga per tahun bisa dipangkas," kata Teguh.

Ia menambahkan, pengajuan modal juga akan dipakai untuk pengembangan usaha rumah daging, di mana RPH mulai tahun ini memiliki usaha baru menjual daging porong segar. Dengan suntikan modal, pihaknya yakin bisa membuat RPH untung dan menghasilkan deviden.

"Kalau dihitung kasar sekitar Rp 30 miliar. Saat ini sedang kami susun untuk pengajuan detailnya," imbuh Teguh.

Namun, yang mereka inginkan adalah revitalisasi fisik bisa segera dikerjakan. Agar ada tinbal balik yang sesuai dengan kualitas layanan dan pemasukan yang bisa dihasilkan dari RPH Pegirikab bisa lebih optimal. Sebab, tiga tahun belakangan perusahaan daerah ini selalu rugi. Dengan kisaran Rp 220 juta. Tahun 2016 kerugian mengecil menjadi Rp 40 an juta. Tahun ini, disampaikan Teguh dengan inovasi jual daging segar, penjualan hewan kurban, RPH bisa balik modal saja sudah bagus.

"Kami berharap akhir tahun 2017 ini sudah ada keputusan terkait pwngajuan revitalisasi ini. Sebab sangat penting dan urgen. Kalau tifak segera diperbaiki saya khawatir justru akan mengancam keselematan pekerja dan kemanan hewan kita," katanya.

Kepala Bagian Perekonomian Pemkot Surabaya Khalid mengatakan bahwa Pemkot saat ini sedang memberikan kesempatan pada PD RPH untuk mendata kebutuhan yang mereka perlukan. Dari pendataan itu mereka diberi kesempatan untuk mengajukan prosposal untuk pengembangan perusahaan.

"Saat ini mereka sedang membuat rincian kebutuhannya. Nanti kalau sudah selesai dan dilaporkan ke kita, baru bisa kita lihat, memungkinkan atau tidak," kata Khalid.

Pemerintah kota ingin agar rumah potong hewan kinerja perusahaannya bisa meningkat. Lebih banyak hewan yang dipotong dan lebih bermanfaat bagi warga Surabaya. (Idr/HF)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00