• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya

Kanwil Kemenag Aceh Launching Film Dokumenter 'Cahaya di Atas Bukit'

9 September
08:17 2017
0 Votes (0)

KBRN, Banda Aceh: Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh melalui Subbag Informasi dan Humas melakukan launching film dokumenter yang mengisahkan tentang Potret pendidikan di pedalaman Aceh, Jumat (8/9/2017), di Aula Kanwil Kemenag Aceh, Banda Aceh.
Film tersebut lahir atas inisiasi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi, Drs H M Daud Pakeh usai meninjau langsung kondisi pendidikan di Kala Wih Ilang sebuah perkampungan di pedalaman Aceh Tengah dan Gampong Jambo Rambong di Pedalaman Aceh Tamiang pada awal tahun 2017.
Launching dan pemutaran film dokumenter tersebut dihadiri oleh berbagai komunitas film dokumenter dan komunitas pegiat pendidikan Aceh. Selain itu juga dihadiri para undangan dan pejabat di lingkungan Kanwil Kemenag Aceh.
Dalam laporan yang disampaikan Saifuddin, SE selaku produser film, bahwa launching film ini sengaja dilakukan untuk dapat secara resmi disebarluaskan kepada masyarakat luas supaya dapat melihat potret pendidikan di pedalaman secara dekat.
"Kami sepakat dengan Kasubbag Humas untuk melakukan launching dan pemutaran film hari ini," ungkapnya.
Dalam sambutan Plt Kakanwil Kemenag Aceh, Drs H Asy'ari mengharapkan semoga film ini menjadi inspirasi dan motivasi dan menggagas film-film yang lain.
"Semoga film cahaya di atas bukit yang mengisahkan tentang cahaya di atas bukit menjadi motivasi dan inspirasi bagi semua khususnya di dalam memajukan pendidikan, selamat menonton," katanya.
Ia  juga berterimakasih atas usaha  dan semangat yang luar biasa untuk mewujudkan kenyataan lahirnya film itu.
"Suatu penghargaan kepada semua pihak dan tim yang terlibat, meski kisah di pelosok pedalaman berhasil di angkat menjadi sebuah film yang menginspirasi," ucapnya.
Senada dengan itu, Kakanwil Kemenag Aceh, Drs H M Daud Pakeh yang sedang berada di Makkah Arab Saudi menyampaikan selamat atas dilaunchingnya film Cahaya di Atas Bukit dan semoga dapat bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi kemajuan pendidikan anak bangsa.
"Selamat atas di launching nya film Cahaya di Atas Bukit, semoga dapat bermanfaat bagi anak bangsa, terimakasih dari tanah suci kami sampaikan kepada semua pihak yg ikut berpartisipasi atas keberhasilan produksi film dokumenter," tulisnya melalui whatsapp.
Sebelumnya, Kakanwil juga telah menyerahkan File Film Dokumenter “Cahaya di Atas Bukit” kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Sleman Yokyakarta pada 7 Agustus 2017 lalu.
Film yang berdurasi 40 menit itu mengisahkan tentang sosok Pak Thamrin. Semasa hidupnya putera Gayo untuk menjabat kepala KUA di Takengon. Namun di sela-sela waktunya dia terus menyempatkan diri membangun pendidikan pada sebuah dusun di kecamatan Pegasing Aceh Tengah.
Usahanya tidak sia-sia. Tahun 2013, Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Kala Wih Ilang resmi berdiri dan beroperasi. Bangunannya berlantai tanah dan berdinding papan. Atapnya, seng bekas sumbangan dari masyarakat sekitar.
Film ini juga mengisahkan keponakannya Mahyudin bercerita tentang kegigihan pak Thamren yang bersikeras membangun sebuah madrasah. Cita-cita itupun tercapai.
Walau jauh dari pusat keramaian dan fasilitas pendidikan sangat terbatas, namun semangat anak-anak disana tidak berkurang untuk menuntut ilmu.
Selain itu, di film ini diantara murid-murid MIS Kala Wih Ilang, terdapat anak-anak dari keluarga non-Muslim yang ikut menimba ilmu disana. Namun, guru-guru disana tidak pernah membatasi anak-anak non muslim untuk belajar. Menurut para pengajar, ilmu adalah cahaya untuk semua orang. Soal keimanan adalah masalah pribadi setiap orang.
Dalam film ini juga mengisahkan tentang pendidikan di Gampong Jambo Rambong Kec Tamiang Hulu, Aceh Tamiang, dimana terdapat Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) al-Kautsar yang dindingnya terbuat dari tepas bambu.
Pendiri MIS al-Kausar jadi inspirasi banyak orang, Pak Jufri dan istrinya tidak bersekolah, cuma menjalani pendidikan dasar selama 6 bulan saja, kemudian kenyataan pahit membuat mereka untuk berjuang menjalani hidup.
Namun, keterbatasan mereka tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk membangun pendidikan di daerah pedalaman itu dengan membangun madrasah bagi anak-anak sekitar untuk melanjutkan pendidikan dan memberi cahaya. (SA/AKS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00