• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Teknologi

Robomarine Dukung Pemenuhan Teknologi Maritim

13 August
23:14 2017
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta:  Salah satu industri pertahanan ternama di Indonesia, PT Robo Marine Indonesia memiliki komitmen untuk mendukung teknologi maritim yang mandiri apalagi Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki potensi laut yang besar.

"Kita membuat teknologi untuk mendukung teknologi kemandirian maritim Indonesia. Kita orang Indonesia, jadi alangkah lebih baik seperti industri pertahanan didukung teknologi dalam negeri," kata Public Relation Executive PT Robo Marine Indonesia,  Putri Anggraeni Agustin kepada Radio Republik Indonesia, Minggu (13/8/2017) .

PT Robo Marine Indonesia merupakan industri kapal selam tanpa awak pertama Indonesia. Selama 15 tahun berkiprah, Robomarine menghasilkan poduk yang semakin sempurna. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari riset dan pengembangan. Robomarine terbagi dalam empat kategori yaitu kapal selam tanpa awak dengan berbagai tipe kapal selam dengan berbagai kebutuhan,  kapal permukaan tanpa awak yang beroperasi di perairan darat maupun laut dengan berbagai bentuk, ukuran spesifikasi peralatan serta mode operasi yang disesuaikan kebutuhan.

Selanjutnya, kapal selama mini berawak. Produk ini akan diproduksi di masa mendatang dan saat ini dalam masa pengembangan. Kemudian, produk khusus  berdasarkan permintaan.  

Robomarine tidak menjadi reseller atas produk perusahaan lain. Perusahaan yang berkiprah sejak tahun 2009, tidak menjual komponen kecuali sebagai suku cadang Robomarine. Produk akan dibuat berdasarkan permintaan dan kontrak . Biasanya waktu produksi berkisar antara tiga hingga enam bulan, tergantung tingkat kesulitan dan jumlah produk.

"Konsumen kita beragam mulai dari kementerian terkait dan badan swasta. Merek membutuhkan teknologi. Ini teknologi tinggi, jadi sesuai pesanan klien. Kita tidak bisa menentukan harga, terganti pesanan klien ," tegasnya.

PT Robo Marine menghadirkan produk unggulannya seperti Kaledupa Rov dengan kelas light ROV memiliki keunggulan berupa ukuran yang kecil dan ringan sehingga memudahkan dalama mobilisasi deploy. Dengan kendali jarak jauh, Kaledupa mampu menyelesaikan tugas penyelaman tanpa mempertaruhkan keselamatan manusia. Kemudian kelas medium ROV Raja Ampat ROV   yang dirancang mampu melakukan berbagai operasi dengan penyesuaian payload yang dipasang. Alat dilengkapi enam thruster penggerak. Raja Ampar ROV mampu beroperasi dengan stabil dalam menghadapi berbagai kondisi laut.

Kelas small USV yaitu geomar Autopilot Survey Boat. Survei hydrographi merupakan pekerjaan yang menyita banyak waktu dan biaya terutama untuk area survei yang luas. Geomar dirancang agar surveyor mampu mendapatkan hasil yang lebih akurat. Ditunjang dengan teknologi autopilot penuh, Geomar akan bekerja mandiri. Selanjutnya kelas DPV yaitu Larantuka DPV, dirancang khusus untuk meningkatkan kemampuan penyelam TNI dalam operasi penyusupan, tanpa suara. Larantuka DPV untuk meningkatkan jarak operasi individu.

ROV Raja Ampat 100 merupakan ROV medium class Robomarine yang digunakan di seluruh zona Indonesia seperti dipakai oleh Badan Keamanan Laut (Bakamla). Alat ini dipasang di kapal milik Bakamla sebagai pendukung misi operasi ketahanan maritim. ROV Raja Ampat 100 mampu beroperasi hingga kedalaman 100 meter dan dilengkapi dengan berbagai payload yang mempermudah misi-misi operasi Bakamla. (Sgd)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00