• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Elpiji 3 Kg Langka, Pemerintah Kota Sibolga Diminta Cabut Izin Pangkalan “Nakal”

20 May
10:37 2017
0 Votes (0)

KBRN, Sibolga: Prihatin dengan kelangkaan gas elpiji 3 Kilogram (kg) di Kota Sibolga, Wakil Ketua DPRD Sibolga Hendra Sahputra meminta Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga melalui Dinas Perindag untuk mencabut pangkalan nakal.

“Kita minta, izin pangkalan nakal itu dicabut saja, diganti dengan orang lain. Gas bersubsidi 3 kg untuk orang miskin, karena itu warga miskin harus menjadi prioritas," sebut Hendra Sahputra, Sabtu (20/5/2015) di Sibolga.

Hendra mensiyalir, kelangkaan gas bersubsidi yang terjadi akibat distribusi yang tidak tepat sasaran dari pemilik pangkalan.

“Harusnya yang dilayani itu warga miskin, tapi ini warga yang punya rumah mewah dan bertingkat juga diladeni. Kalau selama ini asumsinya cukup menggunakan kartu keluarga atau KTP, semua orang bisa mengambil atau membeli elpiji 3 kg. mulai sekarang ini harus dirubah," tegasnya.

Selain meminta ketegasan agen terhadap pangkalan nakal yang terindikasi melakukan penyelewengan, Hendra juga mengaku heran dengan lonjakan harga gas bersubsidi itu, yang kini diatas Rp 20 ribu pertabung.

“Harga eceran tertinggi (HET) Rp 17.500 per tabung dan itu sudah ada ketentuannya. tidak diperkenankan menjual diatas eceran tertinggi. Tapi ironisnya lagi, ada informasi kalau jatah gas bersubsidi untuk Kota Sibolga dikirim ke luar daerah dengan harga jual di atas Rp 20. Ribu per tabung, ini tidak bole sama sekali. Kalau seperti ini, tak heran gas menjadi langka,” jelas Hendra. (Deny S/AKS)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00